Tingkatkan Stamina Seks Lewat Bersepeda

Awal Oktober 2014, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan menyediakan 30 jalur sepeda di seluruh Ibu Kota. Jalur ini disediakan untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang ramah lingkungan dan menaikkan kualitas kesehatan warganya. Tak cuma kesehatan fisik secara umum, bersepeda ternyata merupakan olahraga tepat untuk seks hebat!

 

Adapun rute 30 jalur sepeda tersebut akan tersebar di kawasan Ibu Kota, antara lain Jalan Jenderal Sudirman, Medan Merdeka Selatan, Salemba Raya, Pasar Jumat, Pemuda, hingga Ancol dan Benyamin Sueb. Nantinya kawasan-kawasan itu akan diberlakukan seperti car free day, dimana kendaraan roda empat dan roda dua tidak diperkenankan masuk, hanya sepeda.

Jika Jakarta diproyeksikan sebagai kota sepeda, maka kota ini akan menyusul kota-kota sepeda lain di dunia yang sudah sukses sebelumnya. Lima kota sepeda di dunia antara lain Amsterdam, Barcelona, Berlin, Bogota, dan Chicago.

Tak asal bersepeda, kota-kota itu memiliki aturan-aturan khusus, dimana pesepeda mendapatkan fasilitas pertama sebagai warga negara. Tak ada kendaraan bermotor yang boleh berbaur dengan sepeda, sehingga keselamatan pesepeda benar-benar terjaga. Bahkan para ibu yang mengajak anak mereka pun aman di jalur khusus sepeda.

 

For A Better Sex

Bersepeda tak hanya memiliki efek fisik yang lebih baik. Olahraga jenis ini memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi pelakuknya untuk bersepeda bersama teman, sahabat, dan keluarga, sehingga mampu memberikan fungsi kesehatan yang maksimal. Fisik menjadi terlatih dan hubungan sosial pun lebih menyenangkan.

Davina McCall, salah satu anggota Sky Ride, sebuah komunitas sepeda di Inggris menyatakan, bersepeda ternyata bisa memperbaiki hubungan pasangan. Mereka yang secara rutin bersepeda dengan jarak tertentu bisa mendapatkan stamina yang prima, terutama untuk seks. Bahkan bagi mereka yang rutin bersepeda ke kantor, keuntungan ini akan sangat terasa.

“Orang-orang yang bersepeda ke kantor mengatakan bahwa mereka merasa lebih bahagia dan produktif daripada ketika mereka menggunakan jenis transportasi lain. Banyak pengendara sepeda bahkan percaya kehidupan seks mereka telah membaik sejak mereka naik sepeda motor mereka,” ujarnya melalui Daily Mail.

Melalui survei yang melibatkan 2.500 orang di Inggris, 39 persen peserta mengatakan bahwa bersepeda mampu memberikan energi ekstra untuk beraktivitas di ranjang. Ini terjadi karena saat bersepeda, tubuh akan berolah dan melancarkan seluruh peredaran darah. Otot-otot kaki akan menggerakkan seluruh otot tubuh, termasuk tangan, tubuh, hingga otot genital. Aliran darah yang meningkat di bagian genital akan mampu memberikan kehidupan seks yang membahagiakan bagi pasangan.

Sebuah penelitian menyatakan, mereka yang telah berusia 50 tahun ke atas dan masih bersepeda, mampu memperkecil 30 persen risiko impontensi. Dengan bersepeda selama tiga jam seminggu, Anda bisa mendapatkan gairah yang bisa disalurkan kepada seks.

Bahkan seorang peneliti asal Cornell University, Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka yang rutin bersepeda bisa terlihat lebih muda 2-5 tahun dibanding usia sebenarnya. Hal ini disebabkan karena oksigen yang diserap pesepeda lebih besar daripada yang tidak melakukan olahraga. Oksigen inilah yang kemudian memberikan sejumlah efek baik bagi tubuh.

bike1

Bersepeda Aman Bagi Alat Reproduksi

Sebelum bersepeda, ada beberapa hal yang patut diketahui sehubungan dengan kesehatan alat reproduksi. Pada kebanyakan sepeda, posisi duduk seringkali menyebabkan perineum sakit. Perineum adalah bagian antara anus dan alat reproduksi (antara anus dan vulva pada wanita atau antara anus dan skrotum pada pria). Bila terlalu sering bersepeda dan terjadi tekanan yang besar pada bagian ini, maka lama-kelamaan bisa menimbulkan gangguan kesehatan.

Bentuk sadel sepeda, yang berbentuk kerucut membulat untuk bagian alat reproduksi disebut-sebut menjadi salah satu penyebab disfungsi ereksi. Benarkah demikian ?

Dalam kondisi duduk normal, perineum dilindungi dari tekanan. karena berat badan bertumpu pada panggul, yang memang dirancang untuk itu. Namun berdasarkan studi yang pernah ada, saat bersepeda biasanya terjadi tekanan pada perineum hingga dua kali lipat. Bila hal ini terjadi terlalu sering, bisa menimbulkan gangguan alat reproduksi.

Jika mungkin, carilah sepeda dengan pelana yang tidak berbentuk tradisional, seperti yang telah disebutkan di atas. Bila terpaksa sekali Anda harus memilihnya, carilah yang sadelnya lunak dan nyaman saat digunakan bersepeda. Pada saat bersepeda, siapkan posisi setang lebih tinggi dari sadel, sehingga saat digunakan tekanan ke area alat reproduksi berkurang dan meningkatkan fungsi saraf.

Menurut penelitian yang dilakukan pada 2002, 91 persen pesepeda akan mengalami mati rasa di sekitar pangkal pahanya jika melakukan rata-rata 5 jam per hari bersepeda. Hal ini juga akan mempengaruhi kualitas ereksi seorang pria. Pada beberapa pesepeda, disfungsi ereksi bisa saja terjadi akibat tekanan yang terjadi saat bersepeda, sehingga alat reproduksi mengalami tekanan pada sadel sepeda. Sadel tradisional juga kadang menyebabkan peradangan pada daerah selangkangan, hingga menyumbat pembuluh darah di area ini.

Namun pengendara sepeda harus mencatat bahwa ini adalah merupakan hasil dari hanya satu penelitian, dan hanya menunjukkan hubungan antara bersepeda dan kanker prostat. Tentu tidak selalu terjadi bahwa bersepeda akan menyebabkan kanker prostat, karena manfaat olahraga ini jauh lebih banyak daripada efek buruknya. Dan Anda bisa meminimalisir dampak kemungkinan sakit pada area alat reproduksi, jika benar-benar tahu cara mengatasinya. (dari berbagai sumber)

 

Berikut manfaat bersepeda yang dirangkum dari berbagai sumber:

  1. Mampu stirahat yang lebih baik.

Stanford University School of Medicine menyatakan, bersepeda merupakan obat mujarab bagi penderita susah tidur. Dengan bersepeda teratur, walau dalam jarak pendek, penderita insomnia atau susah tidur dapat tidur satu jam lebih lama.

  1. Mampu memaksimalkan fungsi otot.

Olahraga ini mampu merangsang otot kontraksi otot usus, mencegah perasaan kembung, hyingga mencegah kanker usus. Bersepeda membuat tubuh mampu mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memindahkan makanan ke dalam usus besar.

  1. Meningkatkan kekuatan otak.

Penelitian di Universitas Illinois menyebutkan, bersepeda dapat meningkatkan sekitar 5 persen kebugaran pernapasan. Bersepeda mampu mengembangkan sel otak baru di bagian hippocampus, dimana bagian ini merupakan yang paling bertanggung jawab dalam memelihara daya ingat seseorang.

  1. Meningkatkan kinerja.

Universitas Bristol pernah melakukan jajak pendapat pada 200 responden. Mereka yang berolahraga, dalam hal ini bersepeda lebih tahan terhadap beban kerja, mampu meningkatkan kemampuan mereka dalam bekerja, dan lebih mudah menyelesaikan pekerjaan.

  1. Menjauhi polusi.

Bersepeda ke tempat kerja membuat Anda menjadi pengumpul oksigen (O2). Berdasarkan data di London, mereka yang berada di dalam kendaraan dan bus lebih banyak terkena polusi dari gas buang kendaraan dibanding pejalan kaki atau pesepeda. Rata rata penumpang taksi harus menerima 100.000 partikel sangat kecil yang menetap di paru paru mereka. Penumpang bus mendapatkan 40.000. Pesepeda hanya menerima 8.000 partikel centimeter kubik saja. Hal ini terjadi karena pesepeda berada di trotoar, jauh dari kawasan paling padat polusi, yaitu tengah jalan.

[]S. Luna

Check Also

This Kind of Sperms That Makes Your Wife Pregnant !

Guys, Anda baru saja menikah dan ingin segera memiliki momongan? Berarti fisik harus fit dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *