Maximal Pleasure, Find the Right Condoms, Guys !

Kalau Anda berpikir bahwa hubungan seks dengan kondom akan terasa hambar, salah! Jika memang itu terjadi pada Anda, berarti Anda memilih kondom yang tidak benar.

Para lelaki di negara-negara Eropa dan Amerika kini sudah menjalankan seks dengan kondom. Hasilnya? Mereka tetap bisa menjadi pejantan dan memuaskan pasangannya.

Pesan para pakar, jadikan seks sebagai sarana mendekatkan diri dengan pasangan. Pesan ini dapat diartikan bahwa seks bukan hanya kebutuhan, tapi juga sebagai sarana rekreasi.

Kondom dan seks sudah harus satu paket. Tentu hal ini tak berlaku bagi pasangan yang ingin buah hati.

Sex for pleasure harus tetap berkondom. Demi “tugas negara” yang sukses, jangan pilih kondom yang terlalu ketat. Sebuah studi menyebutkan, ketika Anda akan orgasme dan kondom terlalu sempit, maka pleasure tak terjadi. Sebaliknya juga, jangan pilih yang terlalu longgar, sebab akan menimbulkan resiko tergelincir.

Pada intinya, kondom yang sempit atau kelonggaran tak akan mengantar Anda pada klimaks. Anda saja tidak klimaks, apalagi pasangan Anda.

me1Seksolog klinis dan pakar seks, Patti Britton, PhD, MPH, menyatakan, jika seorang pria tidak bisa merasakan banyak sensasi sama sekali, mungkin kondomnya terlalu longgar. Dengan keadaan yang demikian, pria akan dua kali lebih sulit untuk ereksi atau mempertahankan ereksinya. Dan keadaan ini akan membuat pasangannya tak akan mengalami orgasme.

CEO LuckyBloke.com (condom seller) merekomendasikan, agar tak salah beli kondom, sebaiknya pilih yang berlabel “snug” (nyaman) atau “slim” (ramping). Jangan lupa untuk memilih yang tipis, sebab semakin “sedikit penghalang” antara Anda dan pasangan, seks akan terasa lebih menggetarkan.

Jennifer Landa MD, pakar seks sekaligus penulis “The Sex Drive Solution for Women”, mengatakan, kondom tipis mampu mempertahankan ereksi, sehingga pasangan akan merasakan orgasme lebih lama atau lebih sering.

Kondom longgar di bagian kepala lebih disarankan bagi pasangan yang ingin mencapai klimaks maksimal. Kantung sperma ini, karena lebih lebar daripada bagian leher kondom, mampu memberikan kebebasan bagi pria untuk bergerak dalam pasangannya, sehingga meningkatkan sensasi seks. Kondisi yang lebar di bagian ujung juga dapat membantu kepala penis untuk mencapai ukuran sebenarnya.

Jangan pilih kondom dengan embel-embel pelumas, karena bahan zat ini tidak selalu dapat dipertanggungjawabkan. Menurut pakar, beberapa merek mengandung bahan kimia negatif yang berefek negatif bagi kesehatan alat reproduksi. Bahkan salah satu bahan, gliserin, dapat meningkatkan kemungkinan penularan herpes dan membahayakan sejumlah hormon wanita.

[]Nessy

Check Also

This Kind of Sperms That Makes Your Wife Pregnant !

Guys, Anda baru saja menikah dan ingin segera memiliki momongan? Berarti fisik harus fit dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *