‘Social Market Community’

Kepedulian Kaum Muda

3 Dersember 2016                                       & Cilandak Square, Jakarta

Terbilang, Suara Hati Foundation, sebuah lembaga nirlaba yang lahir atas keprihatinan seorang aktris, Nova Eliza, atas dasar melihat kondisi tindak kekerasan terhadap perempuan yang sangat tinggi di Indonesia. Tak lepas dari melihat data yang menyatakan bahwa kekerasan terhadap perempuan menunjukkan grafik yang terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan, berdasarkan catatan tahunan Komnas Perempuan menyatakan bahwa peningkatan paling signifikan kasus kekerasan terhadap perempuan terjadi pada tahun 2011 hingga 2012 (mencapai 35%), sedangkan dari tahun 2014 hingga 2015 meningkat sebanyak 9%.

foto-4
Jerry Aurum

Perempuan menjadi korban kekerasan dalam berbagai bentuk mulai dari kekerasan fisik, psikis, ekonomi bahkan kekerasan seksual. Perempuan juga terancam menjadi korban kekerasan, baik di ranah privat mau pun publik dan tanpa melihat latar belakang ekonomi, usia, suku agama dan lain sebagainya. Dan pelaku kekerasan terhadap perempuan juga bisa siapa saja mulai dari orang-orang di lingkaran terdekat seperti orang tua, pacar, suami, guru sampai aparat dan Negara.

Karenanya,   Suara Hati Foundation  bersinambungan mengambil peran dengan bergandeng tangan dengan berbagai pihak yang memiliki misi yang sama, untuk ikut mencarikan dan memberi solusi.

Kali ini, melalui  ajang bertajuk ‘Social Market Community’, yang merupakan  bagian dari Peringatan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, i Suara Hati Foundation menggelar acara dengan menggandeng Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).

Pada ajang  yang dikemas sebagai sebuah Wadah Interaktif untuk Galang Komitmen dan Kepedulian Anak Muda terhadap Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Kemasan Edukasi Berbalut Seni, ini mengetengahkan   sesi diskusi interaktif yang mengangkat tema ‘Pentingnya Anak Muda Menghentikan Kekerasan’ dengan menampilkan narasumber di antaranya selebriti yaitu  Miller Khan, Danang,  Deputi Minister Gender Equality, Heru Kasidi,  dan photographer Nurulita.  Juga terdapat sharing session yang menghadirkan Psikolog Liza M Djaprie, M. Psi, CH, untuk  bertukar cerita dari pengalaman tindak kekerasan yang mungkin pernah dialami.

foto-2

Di acara yang mendapat perhatian kaum muda, ini tercatat sebanyak 12 komunitas anak muda  memberikan kontribusinya untuk berpartisipasi dengan membuka booth.  Komunitas yang terlibat di antaranya   Marketeers,   Lawless Jakarta,  Mavnet Animasi,  Pamflet, Bogor Kreatif Network, Full of Doodle Art, Blogger Jakarta, Animal Defenders, Youth Proactive, Erudio School of Art, Lentera Indonesia dan Rumah Tiup.

“Terselenggaranya ajang  ‘Social Market Community’ yang melibatkan pihak yang memiliki kesamaan tujuan, yaitu KPPPA serta PBB dan UN Women,  menunjukkan bahwa permasalahan tindak kekerasan terhadap perempuan bukan merupakan masalah sepele tetapi juga sudah menjadi perhatian serius baik dari Pemerintah sendiri mau pun dunia,” ujar Nova Eliza.

[]Andriza Hamzah

Foto Evio PR & Andriza Hamzah

Perempuan Korban Kekerasan, Waktunya Bicara …….

Perempuan Korban Kekerasan, Waktunya Bicara …….

suara-hati-13

Tentu sangat memprihatinkan ketika diketahui kekerasan terhadap  perempuan di Indonesia menunjukkan grafik yang terus meningkat di setiap tahunnya. Seperti yang dilansir  dan berdasarkan catatan tahunan Komnas Perempuan,  bahwa  peningkatan paling signifikan kasus kekerasan terhadap perempuan terjadi pada tahun 2011 hingga 2012  (mencapai 35%), lalu  dari tahun 2014 hingga 2015 meningkat sebanyak 9%.

Perempuan korban  kekerasan, seperti dituturkan oleh Psikolog Liza M Djaprie, M. Psi, CH,  beragam bentuknya.  Di antaranya kekerasan fisik, psikis, ekonomi bahkan kekerasan seksual.  Dan perempuan juga terancam menjadi korban kekerasan, baik di ranah privat mau pun publik dan tanpa melihat latar belakang ekonomi, usia, suku agama dan lain sebagainya. Pelaku kekerasan terhadap perempuan juga bisa siapa saja mulai dari orang-orang di lingkaran terdekat seperti orang tua, pacar, suami, guru sampai aparat dan Negara.

Menurut Liza Djaprie,  yang sangat perlu menjadi perhatian tentu adalah bagaimana grafik tindak kekerasan tidak menjadi terus meningkat.  Karenanya, terselenggaranya acara-acara berkesinambungan yang digagas Suara Hati  Foundation, dan  kali ini bertajuk ‘Social Market Community’,  yang mengusung  program mengajak agar perempuan korban tidak kekerasan mau bicara dan mau berbagi, sangat disambut gembira oleh Liza Djaprie.

foto-bg-a

Nova Eliza
Nova Eliza

Nova Eliza dalam kesempatan yang sama mengatakan,”Tujuan dari ajang ‘Social Market Community’  ini sendiri adalah untuk mengarahkan anak muda berpikir positif dan kritis, sehingga menimbulkan rasa empati terhadap isu sosial, berbagi edukasi tentang berbagai bentuk kekerasan dan cara-cara menghentikan kekerasan tersebut. Lebih dari itu, menumbuhkan komitmen anak muda untuk tidak melakukan kekerasan bahkan menghentinkan aksi kekerasan dalam bentuk apa pun, kepada siapa pun dan di mana pun.  Harapan kami dengan adanya ajang ini, anak muda akan semakin aware  terhadap tindak kekerasan.”         

“Untuk itu, waktunya para perempuan korban kekerasan untuk melepaskan himpitan yang dirasa begitu pahit untuk dilepas melalui berani bicara, berani menyatakan apa yang terjadi dan apa rasa pahit yang mendera. Hal itu untuk mengembalikan rasa percaya diri yang terkikis hilang, agar kemudian dapat kembali berada di tengah masyarakat dan berkarya. Karenanya, harus yakin diri bahwa keluarga terdekat sangat peduli, dan  harus  merasa memiliki lingkungan yang aman. Tidak menutup mata, dan kami yakinkan  bahwa kami sangat siap mengulurkan tangan untuk membantu para perempuan wanita korban kekerasan,” tutur Liza Djaprie.

Lanjutnya, tak hanya perempuan korban kekerasan saja yang mendapat uluran tangan tetapi juga pelaku kekerasan. “Dan bila ditanyakan apa hukuman paling tepat bagi pelaku tindak kekerasan, menurut saya adalah edukasi mereka dan mencari akar masalah kenapa mereka melakukan hal itu. Bila menerapkan hukuman berupa kebiri, semisal,  itu tidak menyelesaikan permasalahan.” Ujar Liza Djaprie.

[]Andriza Hamzah

Foto : EVIO PR

Check Also

Gebyar Pesona 9 Tahun Emporium Pluit Mall

09 Februari & 11 Februari 2018 @Emporium Pluit Mall – Jakarta Sarana belanja dan rekreasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *