Abaikan Kebersihan Hidung, Rinosinusitis Datang Menyapa

Anda, orangtua tentu tidak inginkan kehidupan sosial dan prestasi si buah di sekolah terganggu oleh penyakit rinosinusitis. Penyakit pada saluran pernapasan yang dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih menyerang pada usia kanak,  ini bila dibiarkan akan mengganggu kehidupan sosial, dan prestasi di sekolah pun menurun.

Karenanya, orangtua bersegeralah mewaspadai untuk kemudian mengatasi ketika si buah hati menunjukkan gejala seperti bersin-bersin, hidung tersumbat atau berair, berkurangnya sensitifitas indera penciuman bahkan bisa membuat demam, sakit kepala, nyeri pada wajah, mulut bau.

foto-1-3
dr Isabella Riandani, Sp. A.

Demikian dituturkan  oleh  dr Isabella Riandani, Sp. A. dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading. Tambahnya,”Jika sinusitis sudah lebih berat karena masuk ke rongga yang tidak ada jalan keluarnya, akan terasa nyeri di bagian wajah dan hidung.”

Selain itu, terjadi post nasal drip, di mana ada aliran ingus dari hidung ke tenggorokan, tidak bisa mencium bau, demam, sakit kepala, mulut bau, lelah, sakit gigi, batuk, dan terkadang sakit telinga.

Dr. Isabella pun memerincikan, bahwa ada empat klasifikasi rinosinusitis pada anak. Pertama adalah rinosinusitis akut di mana gejala hilang kurang dari 12 minggu. Kemudian rinosinusitis kronis, di mana gejala menetap lebih dari 12 minggu. Sedangkan rinosinusitis akut berulang, di mana gejala sembuh kemudian kambuh lagi. Dan, rinosinusitis kronik eksaserbasi akut, di mana di antara dua episode akut, pasien tidak sembuh benar.

‘’Penanganan untuk anak yang mengidap tentu bisa beragam, disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan penyakit yang diderita,” katanya.

Hingga timbulnya inosinusitis, ini ada berbagai penyebabnya. Pertama adalah infeksi virus seperti rinovirus, influenza, coronavirus, dan adenovirus. Selain itu, infeksi bakteri, penyebab non alergi seperti bahan kimia, asap rokok, perubahan lingkungan, bau-bauan, dan stres, serta penyebab alergi seperti tungau debu rumah, spora, jamur, susu, dan lain-lain.

Menurut dr. Isabella lagi, alergi adalah penyebab rinosinusitis paling besar yaitu 43 persen, sementara non alergi hanya 23 persen. Dan gejala rinitis alergi ini timbul karena ada respons imun yang dimediasi oleh imunoglobulin E terhadap alergen tertentu. Karena itu, penting bagi orangtua mengenali apa yang menyebabkan alergi anak. Karena, rinitis ini bisa memengaruhi kehidupan sosial, pola tidur, konsentrasi anak menurun sehingga menurunkan prestasinya secara umum. Dan, rinitis ini sangat erat kaitannya dengan sesak napas atau asma.

Menilik dari penyebabnya, lebih jauh dr. Isabella menjelaskan, maka  sebenarnya rinosinusitis  bisa dicegah. Di antaranya dengan   menghindari asap rokok atau polusi, menghindari alergen sebisa mungkin, pemberian ASI eksklusif dan imunisasi lengkap, dan membersihkan saluran hidung sang anak untuk membantu menjaga agar hidung bebas dari penyebab iritasi. 

foto-2
Pemberian plakat dari Herlina Permatasari, EVP Human Capital Developmen & Public Affair Soho Global Health kepada dr Isabella Riandani, Sp. A.

“Untuk itu, kami harapkan semoga para orang tua tidak mengabaikan masalah kebersihan hidung pada anak-anaknya, tak hanya anak-anak, tetapi orang dewasa pun tidak mengabaikan kebersihan hidung karena juga bisa  terkena rinosinusitis,” tutur dr. Isabella. 

Lanjutnya, membersihkan saluran hidung sang anak, ini  tak lain untuk membantu menjaga agar hidung bebas dari penyebab iritasi. Bila tidak, yang terjadi ketika partikel di rongga hidung tidak dibersihkan maka  timbul pilek, suara serak, infeksi hidung berulang dan gangguan telinga.

“Dan untuk anak yang menderita rinosinusitis, penanganannya, selain menggunakan obat-obatan juga bisa dibantu dengan rajin membersihkan rongga hidungnya” ujar dr Isabella

 []Andriza Hamzah

Anda, orangtua tentu tidak inginkan kehidupan sosial dan prestasi si buah di sekolah terganggu oleh penyakit rinosinusitis. Penyakit pada saluran pernapasan yang dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih menyerang pada usia kanak,  ini bila dibiarkan akan mengganggu kehidupan sosial, dan prestasi di sekolah pun menurun.Karenanya, orangtua bersegeralah mewaspadai untuk kemudian mengatasi ketika si buah hati menunjukkan gejala seperti bersin-bersin, hidung tersumbat atau berair, berkurangnya sensitifitas indera penciuman bahkan bisa membuat demam, sakit kepala, nyeri pada wajah, mulut bau.Demikian dituturkan  oleh  dr Isabella Riandani, Sp. A. dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading. Tambahnya,”Jika sinusitis sudah lebih berat karena masuk ke…

User Rating: Be the first one !

Check Also

Rejuv : Wajah & Kulit Tubuh Kian Berpesona

Kecantikan wajah dan kulit tentu sebagai bagian utama dari penampilan banyak wanita.  Karenanya dipastikan,   banyak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *