Maria Pratiwi Lewat Harpa Menjelajah Dunia

Diusianya yang tergolong belia,  ia menoreh prestasi. Melalui alat musik harpa, bahkan   menghantar langkahnya ke dunia Internasional,   mengharumkan nama Indonesia.

Maria Pratiwi mendalami musik harpa karena jatuh cinta pada bentuk dan suara harpa. Lalu apa yang bisa membuat wanita 29 tahun ini  jatuh cinta pada seorang pria ?

img_5845Pencapaian Maria tentulah melalui sejumlah proses.

Diawali perkenalannya dengan dunia seni saat usia kanak.  Tepatmya dari orangtua, yang juga memberi dukungan  pada sang putrinya untuk belajar menari, bernyanyi, hingga belajar les privat piano dan flute.

Dari sana, Maria lalu  mencoba alat musik harpa, yang  membuatnya kemudian jatuh cinta. “Bila akhirnya pilihan saya  bermain  harpa  karena alat musik ini  memiliki bentuk dan suara yang sangat unik,  tapi sangat elegan.Suara yang dihasilkannya seperti bisa membawa saya ke dunia imajinasi,” katanya

Dia memulai belajar bermain harpa pertama kali di Indonesia dari seorang guru harpa, Heidi Awuy. Dari sana Maria lantas   mendalami alat musik harpa melalui Music Composition di Universitas Pelita Harapan – Conservatory of Music (2005 – 2009) dengan Dr. Johannes Sebastian Nugroho dan Otto Sidharta untuk gelarnya sebagai Sarjana Musik. Berlanjut ia mengambil pendidikan S2  Harp Performance and Realted Studies di Goldsmiths University of London, United Kingdom (2011 – 2012).  Selama kuliah, Maria digembleng oleh salah satu seorang dosennya, Prof. Gabriella d’all Olio. 

Minatnya dalam musik Jazz telah membawa Maria untuk belajar teknik jazz dengan alat musik harpa bersama Profesor Harp di Guildhall School of Music and Drama, Monika Stadler. Maria merupakan  satu-satunya pemain harpa Indonesia yang diterima sebagai mahasiswa Deborah Henson Conant pada Grammy-Nominated Electric Harp Virtuoso. 

maria-pratiwi-2 maria-pratiwi-1Terbilang tak henti untuk belajar dan menggali pengetahuan serta berkarya di bidang musik. Untuk lebih membekali diri,  hampir setiap hari ia menjelajahi dunia maya dan mencari cara bagaimana agar selalu bisa terus berkarya. Tak hanya itu saja, disela-sela waktu luangnya yang diisi menonton film, ia selalu memperhatikan musik dari film tersebut. Yang ia gunakan sebagai salah satu cara mendapatkan referensi dalam berkarya.

Begitu besar cintanya akan musik khususnya alat musik harpa, ia punya cara sendiri untuk lebih memperkenalkan  harpa, dan hingga disukai banyak orang. Caranya, seperti yang ia tuturkan,”Hampir setiap hari saya selalu bertemu dengan orang baru, saya juga memberikan edukasi kepada mereka sehingga mereka tahu akan indahnya harpa.”

Dan dari keseriusannya bermain  musik harpa telah pula  membawanya memperoleh gelar yang belum tentu bisa diraih oleh orang lain. Ditambah, ia telah bermain di beberapa orkestra di Indonesia dan London sebagai pemain harpa utama, dan membuat beberapa kolaborasi dengan berbagai band, dan menjadi solois di berbagai acara.

Di antaranya Solo Concert di UPH – Jakarta, Harp Recital with Heidi Awuy di Goethe Haus- Jakarta, dan Haspist for “Masterpiece of Ananda Sukarlan” di Gedung Kesenian Jakarta. Maria terbilang  harpist muda Indonesia yang berhasil menjadi solois Goldsimths Simfonia, Gold Opera dan Film Orchestra, dan bermain  Handel Concerto serta tampil bersama dengan China Philharmonic Orchestra di Cadogan Hall London, melalui jalur audisi menjelang kelulusan studi masternya.

maria-pratiwi-3Di balik kesemua yang telah ia raih, kiranya masih terselip sebuah keinginan,  yang sangat ingin segera ia wujudkan segera. Salah satunya, dan telah terwujud adalah  meluncurkan album perdana bertajuk “Serenity”.

img_5797Keinginan berikut milik Maria yang tergolong menariknya,   memperkenalkan pada bangsa Indonesia, dan memberikan kemudahan bagi siapa saja yang ingin belajar harpa dengan mendirikan sekolah yang ia beri nama Maria Pratiwi Harp Course. Dan untuk meramaikan dunia hiburan di Indonesia, Maria juga membuat “La Lumiere Entertainment”, yang menyediakan solois, kelompok, ruang, dan musisi orkestra.Hal ini sesuai dengan pengharapannya,  musik dan pemusik harpa di Indonesia semakin berkembang.

Di tengah keseriusannya dalam bermusik, wanita cantik yang disetiap tanggal 12 Mei berulang-tahun, ini  sangat menikmati waktu liburnya untuk pergi ke pantai, seperti Bali. “Saya selalu suka pergi ke pantai, walaupun panas, tapi rasanya rileks sekali,” ungkap wanita pemilik hobi memasak ini.

Lebih jauh dengan Maria Pratiwi, berikut petikan obrolannya dengan MEasia.

Bisa ceritakan mengenai album perdanaSerenity” ?

Album “Serenity” memuat lagu- lagu instrumen, dengan iringan orkestra dan harpa. Bisa saya katakan  “Serenity” menjadi album rohani Kristen pertama di Indonesia yang menggunakan iringan harpa. Karenanya proses penggarapannya terbilang lama, sepanjang tahun 2016.

            Lagu-lagu yang tertuang di album “Serenity” antara lain, As The Deer, Amazing Grace, How Great Thou Art, Great is Thy Faithfulness, Be Thou My Vision, It is Well, dan I Surrender All.  Saya  memilih lagu-lagu hymne yang usianya lebih dari 100 tahun. Dan di album itu, ada dua karya saya, yaitu  Yours  Always dan I’m so Grateful.  Untuk lagu Your Always menceritakan pengalaman saya yang selalu mengandalkan Tuhan. Sementara lagu I’m so Grateful mengisahkan ungkapan syukur  kepada Sang Pencipta. Saya menyadari,  tanpa campur tangan Tuhan, saya tidak akan bisa menjadi harpis seperti sekarang.

Sepanjang berkarier di dunia musik, apa yang paling membanggakan buat kamu ?

Tentu, selain mendapatkan gelar Master of Music in Harp Performance dari Goldsmiths University of London dan berhasil mendapat sertifikat dengan skor tertinggi dari Royal School of Music, saya rasa hal yang paling membanggakan buat saya adalah  bisa menggelar konser-konser tunggal di Indonesia dan beberapa kota di Eropa. Lalu, belajar musik dengan orang-orang seperti  Profesor Harp di Trinity  Laban  Conservatorie of Music and Dance, dan juga  Monika Stadler,  adalah beberapa hal yang sangat saya banggakan.

Dan sepanjang manggung bermain harpa, mana yang paling dirasa luar biasa ?

“Selama tiga tahun ini Tuhan membawa saya luar biasa dari satu panggung ke panggung lainnya. Saya sampai bisa tampil di depan sejumlah Presidengn Indonesia,  Megawati, B.J Habibie, dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Ok. Jika mendapatkan kesempatan, ingin berkolaborasi dengan siapa ?

Wah, kalau ditanya begitu banyak sekali yang saya ingin ajak kolaborasi. Tapi sepertinya pilihan saya jatuh pada Deborah Henson Conant, salah satu harpist paling enerjik asal Amerika Serikat, ia memiliki talenta yang sangat banyak, bisa menciptakan lagu dan menyanyi serta mahir dalam bermain harpa jazz.

Siapa harpist idolanya ?

Saya suka dengan salah seorang harpist asal Perancis, Isabelle Moretti. Ia selalu bermain dengan sepenuh hati dan jiwanya. Musik yang ia bawakan menjadi hidup, ia juga seorang dengan musikalitas yang tinggi, makanya saya sangat mengidolakannya.

Dalam bermusik, biasanya Maria mendapatkan inspirasi dari mana saja ?

Saya mendapatkan inspirasi dari mana . Memang terbanyak dari internet dan beberapa lainnya. Yang untuk kemudian saya mengaransemen alunan yang di hasilkan dari alat musik harpa.

Menurut kamu, faktor apa saja yang diperlukan untuk bisa terus eksis di dunia musik, khususnya harpa ini?

Menurut saya sih apa yang sedang saya lakukan sekarang ini adalah sebuah proses. Terus  membuat karya-karya, dan memperkenalkan alat musik harpa. Komitmen-komitmen seperti itulah yang saya rasa diperlukan untuk bisa terus eksis di dunia musik.

Buat kamu sendiri, bermain harpa bisa dijadikan sebagai sandaran hidup ?

Buat saya bermain harpa merupakan hidup saya saat ini, selain bisa menyalurkan hobi dan juga bakat, saya rasa ya, bermain musik harpa bisa menjadi salah satu sandaran hidup saya ke depannya.

Untuk ke depannya, apa yang ingin diraih?

Selain terus belajar dan meningkatkan keahlian  dalam bermusik, khususnya bermain harpa, saya juga ingin menggelar konser-konser di beberapa tempat, di Indonesia dan juga di beberapa Negara. Sehingga saya bisa memperkenalkan musik harpa ke seluruh penjuru dunia dan mengharumkan nama Indonesia di dunia Internasional.

Mungkin masih jarang buat banyak orang untuk bisa mengerti harpa, lalu bagaimana cara kamu agar banyak orang menyukainya?

Hampir setiap hari saya selalu bertemu dengan orang baru, mulai dari meeting untuk acara, berkenalan dengan temannya teman, bertemu dengan orang yang akan bekerja sama. Nah dari situlah saya memperkenalkan dengan memberikan edukasi mengenai musik harpa kepada mereka sehingga mereka tahu akan indahnya harpa.

Apa yang bikin kamu  happy?

Yang bikin saya selalu happy adalah semua yang saya kerjakan. Saya sangat menikmati musik, proses pembelajarannya, proses edukasinya, sampai bagaimana saya bisa menghibur banyak orang dengan cara saya sendiri, yaitu dengan harpa.

Saat santainya kamu……

Saya sangat menikmati waktu libur untuk pergi ke pantai, seperti Bali. Rasanya rileks sekali. Saat seperti itu sekaligus saya gunakan  untuk merecharge  tenaga setelah latihan beberapa lama.

Mendalami musik harpa karena jatuh cinta pada bentuk dan suara harpa. Lalu apa yang bisa membuat kamu  jatuh cinta pada seorang pria ?

Saya melihat pria berdasarkan karakter. Tidak hanya penampilannya yang dewasa, saya menyukai pria yang pemikirannya juga dewasa, punya visi dan misi yang mendukung hubungan supaya terus langgeng. Dan tentunya yang selalu mendukung saya dalam profesi saya sebagai musisi.

Arti cinta ………………

Saling pengertian dan saling mendukung satu sama lain.

Penulis          : Chiky & Andriza Hmz

Foto                : Doc. Maria Pratiwi

Check Also

Karinina, The Beauty Inside Out

        Photographer : Kian Photomorphosis  Makeup Artist : Kenzo  Stylist : Dext. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *