Wilson Lu: “Wow Jakarta …..”

Mr Wilson (1) MEMulai dari penampilannya, postur tubuh, warna kulit,  gaya bicara, ramah, hangat dan banyak senyum, serta komunikatif. Maka sekilas saja melihatnya, agak sulit membedakannya  dengan orang  — pria — Indonesia pada umumnya. Ia memang berasal dari Negara tetangga terdekat, Tiongkok.

Bagi Binfeng yang lebih dikenal dengan nama Wilson, kelahiran 25 Mei 1990, yang berada Indonesia sejak tahun 2016,  menduduki jabatan Country Director of TP-LINK INDONESIA, sebuah perusahaan penyedia terpercaya untuk perangkat networking & aksesoris, Indonesia adalah pasar yang memiliki potensi besar.

“Maka saya percaya bahwa pasar Indonesia akan tetap berkembang dengan pertumbuhan tahunan hingga 5% atau lebih,” ujar Wilson Lu, yang menjaga kebugaran tubuh melalui olahraga golf, renang dan lari, yang dilakukan secara rutin.

Berikut petikan wawancara MEasia dengan Wilson Lu, peraih Master Degree of History dari Chinese University of Hong Kong (merupakan universitas terbaik di Hong Kong) dan penyandang Bachelor Degree of Engineering dari Wuhan University (termasuk dalam 10 universitas terbaik di China), di kantornya yang nyaman di kawasan Jakarta Pusat.

Bisa diceritakan, sebelum bergabung di TP-Link, Anda   berkarier di mana?

TP-Link adalah pekerjaan full time pertama saya, akan tetapi selama kuliah saya bekerja sebagai guru TOEFL.

 20170324_130956 MEBagaimana hingga Anda bergabung di TP-Link Indonesia, dan sejak kapan?

Saya bergabung di TP-Link sejak 2013 melalui campus recruitment, setelah saya lulus dari Chinese University of Hongkong.

Menurut Anda di mana letak daya tarik dari perusahaan ini sehingga Anda bergabung?

Saya kira keinginan saya untuk mengenal dunia lebih lagi adalah faktor terpenting yang membuat saya memilih untuk bekerja di TP-Link. TP-Link menawarkan kesempatan bagi saya untuk bekerja dengan orang-orang yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda dan memberikan kesempatan kepada saya untuk berpergian ke negara-negara lain.

Apa yang Anda rasakan setelah berada di sana?

Hal pertama yang saya rasakan adalah tanggung jawab. Sekarang saya merupakan pemimpin dari sebuah tim yang beranggotakan 43 orang dan akan terus bertambah ke depannya. Saya memegang tanggung jawab penuh atas pertumbuhan, performa kerja dan tentu saja tingkat gaji yang relatif besar dan stabil untuk anggota tim saya.

Hal kedua yang saya rasakan adalah kepuasan akan pencapaian. Saya merasa sangat senang karena di bawah kepemimpinan saya, bisnis TP-Link Indonesia menjadi lebih baik dan kegiatan sehari-hari di kantor menjadi lebih efisien dari hari ke hari serta energik dibanding sebelumnya.

Apa yang sudah Anda lakukan untuk pengembangan TP-Link di Indonesia?

Salah satu hal yang telah berhasil saya lakukan di TP-Link Indonesia adalah pemerataan partner-partner bisnis yang tidak pernah dilakukan oleh kompetitor kami sebelumnya. Pemerataan partner yang saya maksud adalah saya dapat mengetahui lebih baik situasi pasar di provinsi tertentu dan mengadaptasi strategi yang sesuai untuk meningkatkan market share TP-Link di wilayah tersebut. Cara ini jauh lebih fleksibel dan mudah untuk dilaksanakan dibanding sebelumnya. Ditambah lagi, konsumen kami dapat membeli produk TP-Link dengan harga yang lebih terjangkau dengan pemerataan partner dan distribusi produk kami.

Bagaimana pendapat Anda mengenai karakter market Anda di Indonesia?

Indonesia adalah pasar yang memiliki potensi besar. Saya percaya bahwa pasar Indonesia akan tetap berkembang dengan pertumbuhan tahunan hingga 5% atau lebih.

Apa langkah strategis Anda dalam strategi marketing produk TP-Link?

Reliably Smart adalah slogan dari brand kami, dan budaya dari perusahaan kami adalah untuk menyediakan produk jaringan yang terpercaya dan solusi rumah pintar (smart home) dengan harga yang terjangkau kepada konsumen kami. Strategi ini membuat kami terus bersaing di antara kompetitior kami selama 20 tahun terakhir dan akan tetap menuntun perencanaan serta strategi produk-produk kami di masa mendatang.

20170324_125617 MESaat ini ada begitu banyak produk perangkat jaringan dan aksesorisnya di Indonesia. Apakah ada diferensiasi mau pun value yang Anda ciptakan untuk produk TP-Link?

Saya meyakini bahwa individu memilik peranan penting, dan dalam hal ini adalah tim saya sendiri. Tim yang kompak, energik dan efisien telah membuat kami menonjol dibandingkan brand lain. Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri dan kelemahan dari sifat manusia, seperti kemalasan, berpikiran sempit serta kesombongan yang berlebih setelah mengalami keberhasilan.

Apalagi yang ingin Anda lakukan untuk pengembangan TP-Link Indonesia?

Di 2017, saya ingin tetap meningkatkan kinerja tim saya, terlebih tim Sales dan Produk, serta berfokus dalam mengembangkan segmen bisnis kami yang baru, seperti Small and Medium Business (SMB), Aksesoris dan Rumah Pintar (Smart Home).

Bagaimana Anda menjalin hubungan kerja dengan staf di   kantor sehingga tercipta jalinan hubungan kerja yang selaras?

Sebagai pemimpin, target saya adalah membentuk tentara yang dapat berperang dan menang di kompetisi. Saya pikir gaya manajemen yang saya terapkan adalah manajemen yang jujur, di mana setiap kesalahan atau hasil-hasil yang tidak sesuai akan secara langsung saya bicarakan dengan tim, dan setiap permasalahan yang muncul akan dikomunikasikan secara transparan. Saya percaya bahwa sebagai tim, kami akan berbagi hasil dari keberhasilan, begitu juga konsekuensi dari kegagalan.

Usia Anda yang masih muda, Anda sudah menempati posisi strategis di perusahaan. Adakah kiat khusus dalam mengelola dan me-manage karyawan yang lebih senior dari Anda?

Saya mendengarkan saran dan ide dari mereka, dan selama saran itu masuk akal, akan saya pertimbangkan. Meskipun terkadang ada beberapa hal di mana saya tidak sependapat dengan mereka, saya mempercayai saran mereka dan memberikan ruang bagi mereka untuk mencoba ide-ide yang mereka cetuskan.

Selama apa yang kami lakukan berada dalam jalur yang benar dan tertuju pada hasil yang telah ditetapkan, serta berkomunikasi dengan baik satu dengan yang lain, saya yakin hubungan dengan karyawan yang lebih berpengalaman dari saya tidak akan menjadi masalah. Saya pun berharap akan semakin banyak orang-orang yang memiliki kemampuan dan pengalaman yang lebih dari saya untuk bergabung bersama kami di TP-Link Indonesia.

Waktu santai selepas bekerja, Anda isi dengan kegiatan apa saja?

Setiap hari saya bangun jam 6 pagi dan berolahraga, seperti berenang atau lari pagi. Pada akhir minggu, biasanya saya bermain golf bersama teman. Membaca juga salah satu pilihan saya di waktu senggang.

Selama menetap tinggal di Indonesia, hal apa yang paling menyenangkan dan menyebalkan Anda?

Hal yang paling menyenangkan selama saya berada di Indonesia adalah ketika saya berhasil mendorong bisnis TP-Link di Indonesia ke level yang berbeda selama satu setengah tahun ini. Kemacetan yang terjadi hampir setiap hari adalah hal yang paling menyebalkan yang saya rasakan.

Untuk penampilan, menurut pandangan Anda, perlukah pria memperhatikan masalah Men’s Grooming untuk menunjang penampilannya dalam kehidupan sehari-hari? Bagaimana dengan Anda  sendiri?

Menurut saya, kepribadian seseorang lebih penting daripada penampilan. Berangkat bekerja setiap hari dengan penuh semangat adalah hal yang terpenting dan saya yakin tim saya dapat merasakan itu. Saya berpendapat bahwa penting atau tidaknya penampilan tergantung pada pekerjaan yang dimiliki orang tersebut. Secara personal, saya tidak terlalu memperhatikan penampilan dalam pekerjaan saya sehari-hari.

Tetapi memang, saya peduli pada lemak di perut saya.

Wanita ideal di mata Anda ……………

Istri saya, Ellie. Kami telah bersama selama 9 tahun, sejak tahun pertama kami di Universitas. Wanita ideal adalah wanita yang optimistis, memiliki hati yang baik serta tahu bagaimana mencintai dan menerima dirinya sendiri.

Ngomong-ngomong, punya pendapat  tentang wanita Indonesia ?

Saya merasa wanita Indonesia adalah wanita yang baik dan santun.

[]Andriza Hamzah

Foto : Febi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *