dr. Johan A. Hutauruk, SpM(k)- President Director JEC Corporate

JEC : Bakti & Buku Peduli Katarak

(Ki-Ka) :
Dewi Dewo, Moderator — dr. Nies Endang Mangunkusumo, SpTHT – dr. Vidyapati Mangunkusumo, SpM(k) – Agus Irkham, penulis buku.

Katarak atau kekeruhan lensa mata tergolong masih menjadi salah satu penyebab kebutaan terbanyak di dunia. Di Indonesia sendiri,  angka kebutaan  merupakan yang tertinggi di Asia, dan  53 persen dari jumlah tersebut disebabkan oleh katarak. 

Semakin meningkatnya jumlah jumlah buta katarak karena adanya fenomena backlog.  Yaitu terjadinya penumpukan kasus katarak antara kasus-kasus lama dan penambahan kasus-kasus baru.  Maka terbilang, setiap tahunnya diperkirakan terjadi penambahan sekitar 240 ribu penderita katarak baru.

Melihat kenyataan kondisi itu, kiranya menimbulkan  kepedulian Jakarta Eye Center (JEC), untuk kemudian ikut mengatasi dengan menyelengarakan acara Bakti Katarak.

Bakti Katarak JEC — RS Mata yang telah mendapat standar Joint Commission International (JCI) dari Amerika – inipun menjadi  agenda rutin dan merupakan komitmen JEC dalam mendukung visi Pemerintah dalam mewujudkan Indonesia bebas buta katarak. Yang dalam pelaksanaannya, JEC bermitra dengan Gerakan Matahati, Korporasi dan LSM lainnya.

“Jadi standar pelayanan Internasional yang diperoleh JEC,  juga berlaku dalam pelaksanaan Bakti Katarak,  termasuk penerapan teknologi terkini dalam prosedur operasi, yang menjamin kenyamanan dan keamanan pada pasien dan proses pemulihan pasca operasi yang lebih singkat,” menjelaskan dr. Nashrul Ihsan, SpM, Ketua Panitia Bakti Katarak di acara Bakti Katarak.

Di acara Bakti Katarak  yang berlangsung di JEC Kedoya, Jakarta,  sekitar 50 penderita katarak dari berbagai lokasi di Jakarta  mendapat layanan operasi.

Bersamaan dengan  acara Bakti Katarak, sekaligus dilakukan   peluncuran buku biografi  dan perjalanan  profesi dr. Vidyapati Mangunkusumo, SpM(k).

Buku berjudul   ’’Mata, Cinta dan Terang Semesta’’ : Perjalanan dr. Vidyapati Mangunkusumo, SpM(k),dalam ikhtiar mengurangi kebutaan di Indonesia,  yang ditulis oleh Agus M. Irkam,  mengungkap keterlibataannya untuk turut menurunkan angka buta katarak di Indonesia. Selain itu, dokter berusia 72 tahun,  ini  ikut berperan dalam  pendirian Balai Kesehatan Mata Darma Usada Netra, berlokasi di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.

‘’Melalui buku ini saya ingin lebih mengenalkan profesi dokter spesialis mata kepada masyarakat dengan segala suka dukanya,” kata dr. Vidyapati Mangunkusumo, SpM(k).

Lanjutnya, “Buku ini juga menjadi ungkapan syukur dan terima kasih saya kepada keluarga, teman dan sahabat yang selama ini mendukung profesi dan pelayanan saya dalam kesehatan mata di Indonesia.”

Bagi JEC sendiri, memiliki dr. Vidyapati Mangunkusumo, SpM(k) dalam jajaran dokter spesialis mata, merupakan suatu kebanggan tersendiri. Demikian diungkat dr. Johan A. Hutauruk, SpM (k), Presiden Direktur JEC Korporat.

Katanya,”Kami berharap, kecintaan dr. Vidya terhadap profesi dan konsistensinya dalam menjalankan tugasm sertai berbagai pengalaman yang tertuang dalam buku  ’’Mata, Cinta dan Terang Semesta’’, dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. »

[]Text     : Andriza Hamzah

Bahan Tulisan & Foto :  Agrakom PR

Check Also

Dekap Hangat 50 Anak Yatim Piatu

Menginjak 25 tahun kehadirannya, dan mencapai keberhasilan menjadi bagian dari para pecinta  dan penikmat kuliner …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *