Chikita Rosemarie, “Saya Ingin Menghibur Banyak Orang”

Sosoknya sangat mungkin menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda. Di usainya yang tergolong belia,, wanita bernama Brigita Chikita Anggradiani Rosemarie,  yang disetiap tanggal 8 Mei berulangtahun,  sudah menjalani tugas menjadi Account Director di bisnis yang dibangun sejak 2015.

Chiki atau Chikita, akrab ia dipanggil, , telah merintis bisnis sejak duduk di bangku kuliah bersama teman-temannya, dengan mencoba mengembangkan bisnis start-up yang bergerak di bidang media.

“Saat itu, saya dan beberapa teman  memutuskan  memberanikan diri untuk membangun perusahaan periklanan,” demkian kata penyuka aroma A Scent by Issey Miyake.

Kini,  setelah bisnis yang dibangun   telah berjalan seperti yang diinginkan, bungsu dari 3 bersaudara, penikmat buku karangan — di antaranya — Sutan Takdir Alisyahbana, Ong Hok Ham, George Orwel, dan  Leo Tolstoy,   melanjutkan keinginannya saat usia  remaja, 13 tahun. Yaitu,  bersentuhan dengan  dunia tarik suara. Walau demikian, ia tak tak memandang dirinya sebagai sebagai entertainer, tapi lebih sebagai story teller. “Karena saya merasa harus menulis lagu yang mempu menghibur dan menginspirasi banyak orang,” tutur Chiki yang baru saja meluncurkan single pertamanya, bertajuk “Kembali”.

Bagi pecinta olah raga sepak bola, ini menjalankan dua aktivitas yang berbeda bukanlah kendala. Karena, ia memiliki komitmen untuk melakukan keduanya secara beriring, dan dengan baik,. “Tidak ada satu pun manusia yang dapat berhasil  tanpa adanya konsistensi, baik dalam belajar maupun dalam berkarya,” kata Chiki, orangtua tunggal dari Faro Eleazar Said Aditya.

Berawal karier di bidang industri kreatif. Sejak kapan di sana ?

Semenjak saya belum lulus kuliah, saya selalu tertarik dengan riset dan media. Dari ketertarikan saya akan kedua bidang itulah, maka saya mulai menekuni kajian-kajian seperti kajian budaya populer, kajian perkotaan, khususnya mengenai analisa ruang publik,  serta marketing. Bagi saya, hal-hal tersebut bersisian dengan bidang-bidang yang saya sukai.

Lalu, apa yang kamu lakukan  untuk mewujudkan ketertarikan kamu akan kedua bidang — riset dan media —  itu ?

Tepatnya tahun 2010, saya, belum lagi lulus kuliah, bersama beberapa teman yang juga belum lulus kuliah, mencoba mengembangkan sebuah bisnis start-up yang bergerak di bidang media. Dan dua tahun kemudian,  saya  kembali memberanikan diri bersama beberapa rekan untuk membangun perusahaan periklanan. Di sana  saya in charge di bidang riset dan pengembangan produk terkait dengan media luar ruang.

Kamu pun  merasa cukup puas dengan apa yang kamu lakukan ?

Hmmm,  di tahun 2015 saya kembali membangun bisnis start-up di bidang media periklanan luar ruang bersama seorang partner. Di situ saya  sebagai seorang pemegang saham sekaligus Chief Operating Officer.  Bisnis tersebut masih berjalan hingga sekarang walaupun saya sudah tidak secara langsung aktif di sana. Karena, mulai tahun 2017, saya diberikan kepercayaan oleh sebuah perusahaan  sebagai Account Director, yang  sampai saat ini saya jalani secara aktif sebagai day-to-day work saya.

Apa saja yang dilakukan ?

Secara general, bentukan industri yang saya jalani adalah sebuah agensi. Agensi dalam hal ini mungkin dapat dideskripsikan secara singkat sebagai konsultan marketing, di mana core business yang dijalani  berkisar pada planning and executing. Kami mengkonsepkan sebuah strategi marketing, baik itu berupa campaign, event, product sampling, desain dan lain-lain untuk klien kami. Setelah konsep tersebut matang, kami mengeksekusi konsep tersebut hingga rampung. Saya pribadi melihat proses itu sebagai sebuah proses kreatif, negosiasi, implementasi, bahkan replikasi. Dan yang menarik di sini adalah, kami menjalankan segalanya dengan berbasis riset dan data.

Untuk kamu sendiri, agar tetap dan semakin baik di  bidang pekerjaan,   yang kamu lakukan …….

Yang saya lakukan untuk dapat tetap menjalani peran ini adalah selalu belajar dan memperkaya ilmu saya terkait dengan tren-tren marketing dan budaya populer secara global, khususnya di era digital dewasa ini. Sebuah korporasi hanya akan dapat bertahan apabila terus progresif dan relevan dengan perkembangan zaman. Karena  di situlah kegigihan serta kreativitas seseorang itu diuji.  Dan yang tidak kalah penting untuk dilakukan,  bagi saya adalah memperkaya jaringan, menjaga konsistensi, serta menjaga trust klien serta stakeholders lain, karena bidang yang saya jalani berpusat pada relasi yang berbasis bukan hanya income generating, namun juga trust.

Kamu juga berada di dunia hiburan, menjadi penyanyi.  Siapa yang  menginspirasi ?

Tentunya ada banyak pihak-pihak yang menginspirasi saya. Mulai dari musisi-musisi favorit saya beserta success stories mereka, serta keluarga dan sahabat-sahabat yang selalu mensupport saya.

Bagaimana bisa sampai di sana, dan bagaimana kamu mengasah bakat  ?

Segala hal, apapun bidangnya tentunya diasah melalui proses belajar. Sama halnya dengan profesi yang saya jalani di korporasi dan bisnis, yang terutama adalah selalu mendorong diri saya sendiri untuk selalu belajar. Tentu juga untuk selalu peka dengan perkembangan seni dan budaya populer. Yang tidak bisa dikesampingkan,  jujur dengan karakter diri saya dan visi serta pesan yang ingin saya bawa ketika berkarya. Selanjutnya, faktor konsistensi juga menjadi sentral dalam mengasah bakat. Tidak ada satupun manusia yang dapat berhasil tanpa adanya konsistensi, baik dalam belajar maupun dalam berkarya.

Jenis musik yang mendominasi, dan kenapa  ?

Saya, dalam keseharian sebenarnya mendengarkan berbagai jenis musik mulai dari Jazz, Indie, Rock, Showtunes, Pop, hingga alternatif. Namun Jazz menjadi salah satu genre yang influental bagi perkembangan diri serta preferensi saya dalam bermusik. Ini juga karena adanya proses sosialisasi dalam keluarga saya, terutama Ayah  yang merupakan penggemar berat musisi seperti Al Jarreau sudah mensosialisasikan  musik-musik jazz semenjak saya kecil. Hal ini juga berlanjut ketika saya memutuskan untuk mempelajari olah vokal secara lebih serius di Elfa Music School ketika saya berusia 13 tahun.

Apa yang memicu kamu untuk masuk ke dunia   hiburan ?

Saya pribadi tidak memandang diri  sebagai seorang “entertainer” atau calon entertainer yang tengah memasuki dunia hiburan/entertainment. Saya memandang diri saya sebagai seorang “story-teller.” Saya menulis lagu dan bernyanyi karena saya ingin berbagi cerita. Apabila cerita yang saya sampaikan melalui lagu-lagu saya itu dapat menghibur, atau bahkan menginspirasi orang lain, saya akan sangat bersyukur.

Kalau saya dapat megenerate income, baik bagi diri saya sendiri maupun orang lain melalui musik, tentunya rasa syukur saya menjadi berlipat ganda.

Ok….. Lancar-lancar saja perjalanannya ?

Saya rasa, dalam bidang apapun, tidak ada hal yang lancar-lancar saja. Tantangan pasti selalu ada, baik secara psikologis (mental dan kepercayaan diri) dan kapital (modal finansial, dukungan secara internal dan eksternal, serta networking). Namun, bagi saya, apapun tantangannya, harus dihadapi dengan kejujuran terhadap diri sendiri dan orang lain. Menurut saya,  proses belajar yang membuat kita tetap progresif, serta konsistensi. Selanjutnya yang juga tidak kalah penting, sebesar apapun tantangan yang harus dihadapi, tetap bersyukur.

Kalau boleh tahu,  apa yang ingin diraih dari sana  ?

Ketika seseorang menjalani suatu bidang, baik itu sebuah bisnis, musik, ataupun jenjang karier dalam korporasi,  yang ingin dicapai tentunya tidak terlalu jauh berbeda. Yang pertama tentunya adalah aktualisasi diri. Dalam hal ini, saya mewujudkan aktualisasi diri saya melalui proses menciptakan dan berbagi cerita dengan orang lain, bahkan masyarakat luas. Hal ini sejalan dengan aspek progresifitas yang sedari tadi saya utarakan. Progres hanya terjadi apabila seseorang terus merefleksi serta mengidentifikasi dirinya tanpa henti. Yang kedua  adalah aspek income-generating, yang dalam hal ini bukan hanya terkait dengan memperkaya diri, namun juga bagaimana hasil karya dan kerja saya dapat berkontribusi dalam mensejahterakan orang lain.

Apa saja  hal yang menginspirasi dalam berkarya/membuat lirik ?

Tidak ada hal yang lebih inspiratif dibandingkan kehidupan itu sendiri. Relasi antara dua atau lebih individu, perubahan sosial, dinamika interaksi manusia, serta perkembangan produk-produk budaya. Apabila kita membuka mata, hati, serta pikiran kita secara luas, inspirasi bisa didapat di mana saja dan dalam diri siapa saja.

Gambarkan kedekatan kamu dengan musik, di saat apa mendengar musik ?

Momen-momen mendengarkan musik ketika saya tengah menyetir sendirian di jalanan Jakarta. Khususnya ketika saya mendengarkan radio dan tiba-tiba tanpa saya prediksi, radio tersebut memutar lagu favorit saya atau sesuai dengan mood yang saya rasakan kala itu. Priceless.

Kalau begitu, arti musik buat kamu ……………

Bagi saya, musik adalah sebuah episteme. Hasil karya buah pikiran manusia (produk budaya) yang menggugah perasaan, atau bahkan menciptakan pergerakan secara sosial dan budaya itu sendiri. Namun secara personal, musik bagi saya adalah bagian dari proses identifikasi dan refleksi diri.

Peta atau dunia musik dan tarik suara Tanah Air dalam    pandangan   kamu

Saya lihat dunia Musik di Indonesia saat ini sedang berkembang dari segi akses, yang mana sejalan dengan era digital yang memang dirasakan secara global. Hal ini berpengaruh pada diversitas musisi itu sendiri. Bagaimana mereka yang memiliki passion dalam bermusik semakin memiliki wadah untuk menyalurkan karyanya yang juga semakin beragam, bahkan komunitas-komunitas musik pun juga semakin berkembang. Hal ini saya rasa berjalan ke arah yang positif.

Setelah dijalani, bisa gambarkan seperti apa dunia   hiburan ini ?

Saya rasa saya belum punya cukup kapasitas untuk memberikan komentar dalam hal ini. Namun apabila memang saya harus menjawab, saya akan memberikan beberapa poin: satu, dunia entertainment/hiburan/showbiz/seni adalah sebuah ranah di mana proses belajar dan adaptasi menjadi yang utama; singkatnya: pengembangan diri. Kedua,  aktor-aktor yang ada di dalam dunia hiburan harus memiliki sebuah misi, yang bagi saya adalah: memberikan dampak positif bagi orang lain. Dan ketiga, tantangan terbesar yang ada di dalam dunia ini adalah bagaimana sang aktor dapat konsisten baik secara karya maupun secara prinsipil.

Setelah berada di panggung hiburan, tertarik kah  untuk masuk dunia akting ?

Tentu saja.

Bisa diungkap, apa yang bikin kamu bahagia ?

Kebahagiaan hanya datang apabila kita berpasrah dan bersyukur pada Tuhan apapun kondisinya.

Apa yang paliing suka dilakukan saat santai

Makan, tidur, membaca, nonton film, mendengarkan musik, bermain dengan anak saya, tukar pikiran dengan sahabat-sahabat. Namun apabila saya sedang sendirian, saya senang meluangkan waktu saya untuk merefleksi diri dan menuangkan hasil refleksi tersebut ke dalam bentuk karya.

Tanggapan kamu  : bila seseorang telah memiliki pasangan, mengalami jatuh cinta pada seseorang lain, wajar atau boleh kah ?

Wajar, karena secara historis, manusia memang selalu menunjukkan kesulitan ketika berhadapan dengan konsep monogami. Namun hal itulah tantangannya. Bagaimana menjaga komitmen di tengah dorongan-dorongan ego manusiawi kita. Hal ini bukan masalah boleh atau tidak, namun masalah pilihan, do we want to be a decent human being or not.

[]Text             : Banyu & Andriza Hamzah

Foto                : crosemariemusic

Petikan Kutipan :

“Tidak ada satupun manusia yang dapat berhasil tanpa adanya konsistensi, baik dalam belajar maupun dalam berkarya”,.

“Bagi saya, bagaimana hasil karya dan kerja saya dapat berkontribusi dalam mensejahterakan orang lain”.

“Bila seseorang telah memiliki pasangan, mengalami jatuh cinta pada seseorang lain, menurut saya wajar.  Ada sebabnya. Begitupun, hal ini bukan masalah boleh atau tidak, namun masalah pilihan, do we want to be a decent human being or not..

Check Also

Mozza SR Siagian, Profesionalisme dan Performance Maksimal

          Model : Mozza SR Siagian  Photographer : Kian Photomorphosis  Makeup Artist : …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *