Suasana “Electrical Forest”

5 Musisi & 2 DJ, ‘Hanyutkan’ Kaum Muda

Manjakani Band, salah satu dari 10 besar band yang terpilih dari kegiatan “Road to sound of Tri” band asal Pontianak yang menampilkan musikalitas tinggi.

Lima musisi  muda ternama Indonesia, ditambah 2 DJ paling menghanyutkan,  yang mengisi gelar konser musik ‘Sound of Tri’,  berhasil memukau ribuan anak muda.  Mereka adalah :

KOTAK

Sejumlah lagu – “Beraksi”, “Masih Cinta”, “Tinggalkan Saja”, “Rock Never Dies” yang dibawakan band rock energic dan powerful ternama Indonesia yang terdiri dari Tantri, Cella , dan Chua, ini banyak mencetak prestasi. Dan juga banyak dijadikan RBT oleh jutaan penggemarnya.

Tercatat berbagai penghargaan dari  album-albumnya seperti “The Best Rock Album AMI Awards” (2009), “The Best Rock Band AMI Awards” (2009), “The Best Vocal Anugerah Planet Muzik” (Singapore, Indonesia, Malaysia, Brunai), “The Most Breakthrough Artist MTV Indonesia Awards 2009”, dan masih banyak lagi penghargaan lainnya.

SOUNDWAVE

Merupakan salah satu dari sedikit grup duo di Indonesia yang mengusung aliran musik elektronik. Adalah Jevin Julian (produser, komposer dan arranger) dan Rinni Wulandari (penyanyi) yang dipertemukan pada akhir tahun 2015 dalam sebuah kompetisi musik di program televisi, The Remix.

Langkah nyata SOUNDWAVE dalam industri music ditandai dengan lahirnya single “Salah”, yang merupakan hasil daur ulang lagu milik Potret , pada awal tahun 2016 di bawah bendera GP Records.

Jevin, berangkat dari pemenang Indonesian Beatbox Competition 2009 danco-founder komunitas Indobeatbox, yang pada awal 2011  menekuni karier sebagai composer. Sedangkan Rinni peraih  Indonesian Idol 2007, memiliki karakter khas suara kuat,  dan  lebih dulu dikenal sebagai vokalis solo yang kerap membawakan warna musik pop dan R&B.

ANGGER DIMAS

Angger Dimas, kelahiran tanggal 1 Maret 1988, tak hanya dikenal sebagai musisi elektronik  dan DJ (Disc Jockey). Ia adalah  juga   seorang produser dari Jakarta, yang mengawali karier dengan salah satu label rekaman di Australia, Australia Vicious Recordings di awal tahun 2009, dengan debut rilisnya “Duck Army” yang dimainkan oleh Tocadisco, Joachim Garraud, Laidback Luke, dan lainnya.

Selanjutnya ia berkolaborasi dengan salah satu band yaitu Vandalisme dan  mendapatkan dukungan Internasional pada perilisan lagu “She Got It”. Lagu ini  kemudian disertakan di Ministry of Sound Australia Annual 2010 CD dan kemudian dimainkan oleh Sebastian Ingrosso sebagai lagu pembuka pada acara malam tahun baru di Melbourne “Sensation”.

Kolaborasi mereka  banyak terdengar di playlist David Guetta, Chuckie, Armand Van Helden, Laidback Luke, dan juga Axwell.

TEZA SUMENDRA

Penyanyi dan penulis lagu kelahiran  Jakarta, 11 Maret 1988, ini  memiliki vokal yang unik. Teza Sumendra juga aktif dalam teater musik yang membuatnya juga mahir dalam akting dan dancing.

Di tahun 2015, Teza merilis “I Want You Love”, merupakan single pertamanya dari album self-titled. Setahun kemudian — 2016 –, Teza mengeluarkan single keduanya,  “Satu Rasa. Dan pada tahun yang sama,  Teza mengeluarkan album dengan berisi remix track dari album self-titled nya terdahulu. Dalam album tersebut Teza berkolaborasi dengan Dipha Barus, SOVA, Dmust Akira, Jevin Julian dan banyak lagi musisi lainnya.

WINKY WIRYAWAN

Sebagai DJ Avant-garde, Winky Wiryawan memulai kariernya sebagai DJ sejak tahun 1994. Ia  menghasilkan dan menggabungkan berbagai lagu mulai dari breaks, ambient, tribal, progressive and techno.

Kehadirannya dalam acara TV “The Remix” sebagai coach dan juri,  serta menggarap beberapa project berbeda seperti  “Fun on A Weekend”, grup live-act elektronik. Lebih dari itu yang dilakukannya, ia mendirikan “Rahasia Intelijen”, sebuah band metal.

Sebagai  DJ dan produser yang inovatif,   tercatat sejumlah  penghargaan yang diraihnya. Di antaranya,  Best Live PA, Best Song, Best Alternative DJ, and ultimately the Best DJ; Winky Wiryawan tak pernah menutup kemungkinan untuk mendengar dan memainkan genre music lainnya. Ia percaya bahwa musik tak bisa dipisahkan berdasarkan genre, namun musik itu harus menyatu menjadi satu bahasa yang universal.

GAC

Terbentuk pada 2010 dengan formasi Gamaliel Tapiheru  (lahir 9 Oktober 1990), Audrey Tapiheru (lahir pada 26 Juli 1993), dan Cantika (kelahiran 12 Juli 1993), adalah anak-anak muda yang lahir dari legitnya dunia digital. Dengan nama GAC, mereka merilis single berjudul “Ingin Putus Saja”, pada November 2011 dibawah  label Sony Music.

Berlanjut,  mereka merilis single kedua di bulan Maret 2011 berjudul “Cuma Aku”, dan pada  Juni 2012,  merilis debut album solo dengan nama GAC.

Pada album yang mencetak sukses dan melejitkan hit single seperti “Bilang Cinta” dan “Jangan Parkir” (The Op Op Song), Gamaliel  juga terlibat dalam aransemen vokal.

Puncaknya, ditahun 2015,  album berjudul “Stroger” yang mereka rilis, kiranya juga  mengangkat kiprah mereka bertiga dalam bermusik yang eksperimennya dilakukan hingga lintas benua. Album ini juga pembuktian bahwa mereka tidak sekedar menyanyi tapi mampu menjadi komposer dan produser yang handal. Selama berkarier di musik, mereka berhasil eksis dengan dukungan fans yang loyal, yang menamakan diri Troops.

DIPHA BARUS

Dipha Barus, salah satu DJ  yang sudah tidak diragukan lagi namanya di antara para penikmat dance music Indonesia. DJ sekaligus Produser Musik,  ini lekat dengan musik sejak usia kanak, untuk kemudian mempelajari  piano.

Selepas menjalani pendidikan di Malaysia pada tahun 2008, Dipha lalu bergabung dengan Agrikulture atas ajakan Anton Wirjono. Agrikulture sendiri adalah sebuah grup musik yang memadukan banyak unsur musik lain kedalam genre dance music. Peran Dipha mulai terasa pada saat Agrikulture merilis album kedua mereka pada tahun 2011. Ia menjadi penulis lagu merangkap produser di album tersebut.

[]Andriza Hamzah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *