Iwet Ramadhan, Makna Kupu-Kupu & Capung

(Tengah) Iwet Ramadhan, Entrepreneur dan Pelestari Budaya Batik – (kanan)Anis Dwinastiti, General Manager Marketing Division Pigeon

Sepanjang  kiprahnya di Indonesia, Pigeon sebagai brand produk perlengkapan bayi  asal Jepang,   senantiasa mendukung penuh program Pemerintah dalam pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan sejak bayi dilahirkan.

Tak sampai di situ, Pigeon juga  memperlihatkan komitmen untuk melestarikan dan menjaga warisan Batik sebagai bagian untuk menggerakkan industri Batik Tanah Air agar terus berkembang dan menghasilkan karya-karya terbaik.

Hal itu tentunya diperlukan keseriusan, kecintaan, ketelatenan dan dedikasi tinggi dari masyarakat Indonesia untuk merawatnya serta diperlukan kegiatan pelestarian dalam wujud berbagai hal.

Berangkat dari keseriusan dan kecintaan terhadap warisan Batik, Pigeon pun  konsisten untuk menjaganya dalam wujud motif Batik pada produk botol susunya. Diperlihatkan dengan mempersembahkan kain Batik dengan  menggandeng Entrepreneur dan Pelestari Batik berbakat Iwet Ramadhan, yang diawali sejak  tahun 2014 dan hingga kini.

Hasil kolaborasi Pigeon dengan Iwet Ramadhan di  tahun 2017, yangb bertema ‘KreASI Budaya Bangsa untuk Ibu dan Buah Hati’,  diwujudkan dalam produk terbarunya, botol susu motif Batik.

Iwet Ramdhan & Anis Dwinastiti, General Manager Marketing Division Pigeon

”Tentu, saya sangat mengapresiasi konsistensi dan komitmen Pigeon untuk menuangkan motif Batik dalam produk botol susunya. Untuk kecintaan terhadap Batik, telah ditunjukkan dua tahun sebelumnya, dengan mempersembahkan kain batik cap motif tematik. Kecintaan dan dedikasi tinggi inilah yang saya tangkap dari produk-produk Pigeon, sehingga dipercaya oleh masyarakat dunia termasuk di Indonesia,” tutur Iwet Ramadhan di acara temu media  di The Papilion, Pacific Place Mall, Jakarta.

Iwet Ramadhan melanjutkan keterangannya,”Kecintaan dan dedikasi tinggi yang ditunjukkan Pigeon, ditambah  Pigeon memiliki banyak ide-ide baru,  inilah  yang membuat saya merasa sangat senang berkolaborasi, untuk   terus dan konsisten berkreasi. Tidak kalah penting, kami melibatkan perajin  Batik terbaik dari Pekalongan.”

Adapun desain Batik  pada botol susu dengan  inspiratif karakter Kupu-Kupu dan Capung, seperti dijelaskan Iwet Ramadhan, mengandung makna.   Kupu-Kupu adalah simbol ilmu pengetahuan serta dijadikan sebagai simbol kekuatan dan ketangguhan. Sedangkan      Capung,  sebagai simbol dari kesuksesan, daya tahan dan keanggunan.

Sebagai pelestari budaya Batik, Iwet Ramadhan mengungkap, dalam membuat desain Batik pada botol susu,  letak kesulitannya lebih pada bagaimana hasil akhirnya bisa  enak dilihat dan cute.

[]Andriza Hamzah

Foto : ePR

Check Also

Renzi & Dimas, Berkarya Dengan Hati

Dunia pernak pernik, — terutama yang dihasilkan para vendor pernikahan — untuk bisa lekat dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *