Kisah Di Balik Kemenangan Rinaldy Yunardi

Adalah Faye Liu dari the Clique, agensi Rinaldy Yunardi  berbasis di Hong Kong, yang mendesak  desainer asesori terbaik Indonesia, ini untuk ikut lomba yang diselenggarakan World Of WearableArt™ (WOW).  Merupakan  ajang untuk bermain, bereksplorasi dan bereksperimen dengan berbagai sumber daya dan diperbolehkan menggunakan bahan apapun untuk menciptakan karya pakai canggih mulai dari kelas pengrajin hingga teknologi fabrikasi futuristik.

Sudah tentu, untuk ikut serta dalam WOW®, — sebuah ajang yang  menjadi perhelatan wajib tonton yang ditunggu-tunggu dan mampu menarik hingga 60.000 pengunjung per tahun —  diperlukan persiapan yang lebih lagi.

Bagi Rinaldy sendiri, bertepatan memang,  tengah tenggelam di antara kesibukkannya menyiapkan peragaan tunggal, dan peragaan tahunan para desainer papan atas Indonesia. Maka dirasa berat. Namun bila Rinaldy menerima tawaran untuk ikut lomba WOW, terselip rasa tertantang dalam dirinya.  Walaupun  hanya dua karya dari enam karya ciptaannya yang mampu diberangkatkan ke Selandia Baru.

“Hal ini karena juga  birokrasi yang berbelit, serta  biaya yang bukan main tingginya.  Karenanya,  saya  hanya mampu memberangkatkan dua dari enam karya seri yang saya buat,”   Rinaldy, bercerita.

Adapun karya yang disampaikan Rinaldy  pada lomba WOW®,  terinspirasi oleh keteraturan alam semesta yang telah mengenkapsulasi sistem pemikiran, akal dan emosi manusia. Encapsulate ditampilkan dalam bentuk seperti kapsul raksasa yang dibuat dari susunan helai tali rafia dan LED.

Kapsul tersebut dibentuk terpotong menjadi dua bagian yang diselubungkan ke badan model. Sedangkan karya Cosmos tampil sebagai baju hitam dan perak terbuat dari kristal jala, tali rafia dan logam dengan imbuhan hiasan kepala yang rumit, yang menutupi seluruh badan model.

Apa yang dipersembahkannya,  para Juri dibuat terpesona pada estetika,  kekuatan desain  dan keunikan bentuk. Dan hasilnya, tentu mencengangkan. Desainer asesoris Indonesia Rinaldy Yunardi berhasil menyabet tiga piala sekaligus : Juara Umum atas keberhasilannya memenangkan “The Supreme WOW® Award”,  Juara I untuk kategori Open Cosmos,  yang memenangkan “Section Award Cosmos” dan Juara  I untuk kategori Avant-Garde  yang memenangkan “Section Award”.

Rasanya kian lengkap kebahagiaan yang didapat oleh Rinaldy. Saat kemenangan diumumkan, Bapak Tantowi Yahya, Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, berkenan menyaksikan penyerahan piala.

Kini, saat piala itu tiba di Tanah Air, Rinaldy Yunardi berbagi kebahagiaan dengan menggelar konferensi pers bertajuk Encapsulate – Cosmos: Persembahan untuk Negeri, bertempat di Restoran Kembang Goela, Jakarta, pada 7 November 2017, bersama rekan-rekan media yang telah ikut berjasa membesarkan namanya.

Pada kesempatan itu pula Rinaldy memperlihatkan tiga piala yang berhasil dimenangkannya, tayangan dua karya yang sejak Desember 2017 akan dipamerkan di National WOW® Museum, Nelson, Selandia Baru, dan empat karya asli yang merupakan serial dari keseluruhan enam karya ciptanya.

Dari  proses perjalanan hingga meraih kemenangan yang sangat membanggakan, dan membuat nama Indonesia kian harum, Rinaldy berharap Pemerintah di bidang kreatif semakin memberi perhatian dan mendukung  terhadap karya-karya yang mampu berbicara di pentas dunia.

 

[]Andriza Hamzah

Foto : Tim Muara Bagdja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *