Achmad Zulkarnain, Prestasi Di Balik Keterbatasan Fisik

Menggeluti dan menguasi satu bidang profesi,  sekalipun memiliki keterbatasan  fisik, itu  bukanlah penghalang  untuk berkarya dan berprestasi.

            Itulah yang dikatakan dan  dibuktikan oleh seorang pria penyandang profesi sebagai seorang fotografer,  Achmad Zulkarnain, 25 tahun.

            Bungsu dari tiga bersaudara, berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur,

yang akrab disapa Bang Dzoel, dan tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus Banyuwangi, ini terlahir tanpa tangan dan kaki, namun dengan ketekunan dan kegigihannya, ia berhasil menjadi fotografer profesional. 

            Soal prestasi, rasanya lekat dengan Bang Szoel. Jauh sebelumnya, pemilik hobi bermusik, ini  telah menorehkan sejumlah prestas. Dimulai  sejak masih duduk di bangku sekolah.

Tercatat, semasa SMP,  ia meraih Juara 1 Olimpiade Matematika IPA Tingkat Kabupaten Banyuwangi dan Juara 2 Olimpiade Matematika IPA Tingkat Provinsi Jawa Timur. Di masa SMA, ia menjuarai Lomba Mengarang dan Bercerita Tingkat Nasional serta mendapatkan pendidikan teater bersama aktor Didi Petet.

            Untuk bidang fotografi sendiri, diawali  tanpa sengaja. “Saya  menggantikan teman yang biasa memotret untuk pembuatan foto KTP ataupun acara pernikahan. Saya lihat dunia fotografi ini keren juga. Apalagi sambil memotret, saya jadi bisa kenalan dengan cewekcewek,” tutur Bag Dzoel dengan nada gurau.

            Namun dari sanalah dunia fotografi mencuri perhatiannya. Ia pun memperlajari  hal-hal teknis, dan  mendalami beberapa aliran fotografi, seperti makro, landscape, sampai foto fashion.

            Untuk mewujudkan karya-karyanya di bidang seni foto hingga prima,  ia  menggunakan Canon EOS 600D, EOS 60D, hingga EOS 5D Mark II. Perjalanannya, Bang Dzoel pun menjadi fotografer profesional, diwarnai dengan berbagai tantangan yang kesemua dihadapi dengan sikap positif.

            “Saya ingin mengatakan kepada dunia, keterbatasan itu tidak mengganggu, melainkan mendukung saya mempelajari fotografi,”  ujar  Bang Dzoel yang sering mengerjakan pemotretan pre-wedding dan pernikahan.

Pt. Datascrip sebagai distributor tunggal produk pencitraan digital Canon di Indonesia, tentu mengapresiasi loyalitas, profesionalitas, prestasi dan karya-karya fotografi Bang Dzoel. Ditandai  dengan memberikan penghargaan khusus berupa perangkat fotografi kamera Canon EOS 6D berikut Battery Grip BG-E13 dan lensa Canon EF 70-200mm f/4 L USM di ajang Canon PhotoMarathon Indonesia 2017 yang berlangsung di Jakarta, beberapa waktu lalu.

            “Bang Dzoel merupakan sosok generasi muda yang menginspirasi dan memotivasi banyak orang lewat karyanya, bukan saja dalam hal fotografi. Dia membuktikan bahwa Tuhan mempunyai maksud dalam segala kekurangan, tetap diberikan kelebihan.  Kami mendukung Bang Dzoel untuk terus berkarya dan menularkan semangatnya yang luar biasa tersebut. Semoga karier dan karya-karya Bang Dzoel semakin dikenal luas baik di dalam negeri, bahkan hingga ke mancanegara,” ujar Merry Harun, Canon Division Director pt. Datascrip.

            “Saya ingin mengangkat difabel itu bisa berkarya dan bekerja,” kata  pria yang sering menjadi pembicara motivasi di berbagai acara dan  kerap memberikan pelatihan fotografi di sejumlah kampus dan sekolah.

            Bang Dzoel menambahkan, sangat berkeinginan  menggelar pameran foto tunggal bertemakan aktivitas anak-anak berkebutuhan khusus.

 

[]Andriza Hamzah

Foto : pt. Datascrip

Check Also

Renzi & Dimas, Berkarya Dengan Hati

Dunia pernak pernik, — terutama yang dihasilkan para vendor pernikahan — untuk bisa lekat dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *