Terobosan Baru Pengobatan Kanker

Kanker merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia. Dan  berdasarkan tulisan dalam Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan, Kemenkes RI 2015, Indonesia menduduki nomor 7. 

Beriring perkembangan teknologi pengobatan yang revolusioner terbaru untuk penyakit kanker, diperkenalkan Immunotherapy dan Targeted Therapy.

Arifin Ng, Senior Vice President Singapore Medical Group (kiri) – Dr. Wong Seng Weng, ahli Onkologi dan Konsultan Spesialis

Mencengangkan tentunya. Prediksi World Health Organization (WHO), bahwa pada 2030 jumlah penderita kanker di Indonesia akan meningkat tujuh kali lipat. Tercatat, kanker paru, hati, usus, kolorektal, payudara dan serviks adalah beberapa jenis kanker yang paling banyak ditemukan di Indonesia.

Pengobatan kanker  — selama ini diketahui terdapat  empat tipe pengobatan kanker : operasi, terapi radiasi, kemoterapi dan terapi hormon —  umumnya ditentukan berdasarkan stadium kanker dan penyebarannya di dalam tubuh.

            Di tengah itu, belum lama berselang, sebuah  penelitian dalam hal pengobatan kanker menemukan terobosan baru yang mampu membedakan antara sel kanker dan sel normal yang sehat dalam tubuh. Hal ini menandai evolusi terbaru dalam terapi kanker, yaitu Immunotherapy dan Targeted Therapy.

Adalah The Cancer Centre, salah satu layanan klinik medis unggulan yang tergabung dalam Singapore Medical Group (SMG) menyelenggarakan media gathering, beberapa waktu lalu di Jakarta,  membahas mengenai teknologi pengobatan revolusioner terbaru untuk penyakit kanker, yaitu Immunotherapy dan Targeted Therapy.

Dr.  Wong Seng Weng selaku ahli Onkologi dan Konsultan Spesialis dari The Cancer Centre, SMG,  memberi penjelasan rinci mengenai dua teknologi pengobatan  revolusioner itu.

Immunotherapy adalah pengobatan terbaru yang dapat mengungkap sel kanker – yang sering kali terselubung di antara sel normal yang sehat – untuk kemudian membidik dan menghancurkannya. Namun Immunotherapy tidak digunakan untuk memperkuat sistem imun, tetapi untuk membantunya mengidentifikasi sel kanker sehingga dapat menyerangnya. Dengan kata lain, Immunotherapy bekerja untuk mengungkap penyamaran sel kanker yang mengacaukan sistem imun.

Pengembangan teknologi Immunotherapy memberikan harapan baru untuk pengobatan kanker, terutama kanker yang mudah kambuh seperti kanker paru. Efek samping dari pengobatan ini pun memiliki resiko yang lebih kecil, yaitu ruam kulit ringan yang akan hilang kemudian. Immunotherapy juga dapat melengkapi efek yang dihasilkan dari kemoterapi jika keduanya dilakukan bersamaan.

            Sementara, Targeted Therapy merupakan pengobatan yang menggunakan obat yang didesain khusus untuk mengenali dan menghancurkan sel kanker dari jenis kanker yang spesifik – di level molekuler – dengan ‘mematikan’ sinyal pertumbuhan sel kanker yang dapat memicu perkembangbiakan sel.

            Pengobatan ini dinilai efektif karena obat yang digunakan hanya terfokus pada sel yang telah teridentifikasi memiliki potensi kanker, sehingga sel normal yang sehat tidak terkena dampak dari kemoterapi.

Hasilnya, pengobatan ini dapat membantu memperpanjang kelangsungan hidup para penderita kanker payudara dengan status ‘HER2 Positif’ sampai dengan 5 tahun (berdasarkan hasil screening kanker SG50 di tahun 2015).

 

[]Chiky

Foto : Alchemy PR

Check Also

Aesthetic Outlook 2018 : Primadona Industri Estetika

Sangat jelas dan nyata. Industri estetika di Indonesia,  kian waktu berkembang begitu pesatnya, dan pastinya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *