Sensasi Rasa Kuliner Nusantara

Bango, brand kecap produksi PT Unilever Indonesia Tbk.,  kembali membuktikan komitmen untuk mendukung regenerasi pelestarian warisan kuliner Nusantara melalui program “Bango Penerus Warisan Kuliner 2018”.  

Mendapat dukungan dari  Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (BEKRAF RI), beiring bersama  menjaring wirausaha kuliner Nusantara di seluruh wilayah  Indonesia agar produk, inovasi dan kreativitas mereka dapat terus meningkat. Sehingga memberikan kontribusi lebih maksimal terhadap perekonomian kreatif di Indonesia serta membuat kuliner tradisional Indonesia terus dicintai dan lestari dari generasi ke generasi.

Thomas Agus Pamudji,  Managing Director Unilever Foods Solutions di acara peluncuran kompetisi “Bango Penerus Warisan Kuliner 2018”,  mengatakan,“Bagi kami, salah satu poin terpenting dari terwujudnya misi ini adalah adanya upaya nyata untuk melanjutkan pewarisannya kepada generasi penerus bangsa. Tanpa regenerasi yang kuat, kuliner Nusantara bisa hilang tergerus waktu dan era globalisasi. Hal ini menjadi sebuah tantangan namun juga peluang bagi generasi muda, khususnya mereka yang menekuni bidang wirausaha kuliner Nusantara.”

Di acara yang berlangsung di Suasana Restaurant, Aston at Kuningan Suites, Jakarta,  hadir salah seorang wirausaha kuliner yang telah sukses mengembangkan usahanya yaitu Carissa Puteri.

Aktris berdarah Jerman kelahiran Frankfurt, Jerman pada 12 Septeber 1984, yang namanya menjulang di tahun 2008 melalui film “Ayat-Ayat Cinta”,    ini pada tahun 2015 mendirikan restoran “Ajag-Ijig” yang menyajikan hidangan khas Betawi. Tak sebatas menyajikan makanan Betawi, bahkan musik yang diperdengarkan di restoran yang ia rintis pun berirama Betawi.

“Saya bangga bisa ikut mengenalkan berbagai kuliner Nusantara, dan  memilih khas Betawi, dengan kemasan modern. Melalui restoran yang saya dirikan, saya berharap  pengunjung restoran bisa ikut menikmati dan akhirnya melestarikan kelezatannya”.

Ibu seorang berusia 4 tahun yang mengenyam pendidikan melalui Universitas Pelita Harapan, Jakarta, jurusan FISP,   memiliki cerita di balik mendirikan restoran.

Carissa Putri pun menuturkan. “Saya  mendirikan restoran di tengah sibuk mengurus anak dan  kegiatan syuting. Keputusan  menekuni bidang wirausaha kuliner, itu karena saya tipe yang suka makan, dan yang mengenyangkan.  Dan saya penikmat makanan Indonesia. Begitupun sesekali saya mengonsumsi western food”.

Sisca Soewitomo, kuliner kenamaan (nomor 3 dari kiri )

Di tempat yang sama, salah seorang legenda kuliner  Sisca Soewitomo, menyampaikan,“Sejalan dengan perkembangan zaman, modifikasi kuliner Nusantara bisa saja terjadi agar dapat terus mengikuti dinamika yang terjadi di tengah para pecinta kuliner. Namun satu hal yang harus dijaga dan dipertahankan adalah otentisitasnya. Artinya saat kita memodifikasi sebuah hidangan, kita tidak boleh melupakan unsur-unsur utama yang wajib ada di hidangan tersebut, misalnya bumbu dasar, teknik pengolahan, atau yang lainnya.”

Senen Riyanto, pemilik restoran legendaris (nomor 3 dari kanan)

Sementara Senen Riyanto,  pemilik restoran legendaris Warung Tongseng dan Sate Sederhana ‘Pak Budi’, menyampaikan,“Saya dengan senang hati ikut menginspirasi para wirausaha kuliner muda untuk terus mengembangkan usaha dan pantang menyerah. Saya mengajak sebanyak mungkin wirausaha kuliner dari generasi yang lebih muda untuk bergabung dalam kompetisi ini,  supaya kita bisa bersama-sama memajukan kuliner kebanggaan kita”.

 

[]Andriza Hamzah

Foto : Alchmey  Creative Communications

Check Also

Sriboga Raturaya Berbagi : ‘Ceria bersama Anak Istimewa’

Kemasan acara yang diberi tajuk ‘Ceria Bersama Anak Istimewa’, memanglah istimewa.  Berbagi kasih dan  kebahagiaan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *