Bebas DM, Impian Wanita

Tercatat, sebanyak 90 persen penderita diabetes di seluruh dunia disebabkan gaya hidup yang kurang sehat. Tingginya kadar gula dalam darah merupakan salah satu tanda penyakit Diabetes Melitus (DM).

DM  merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh ketidakmampuan  tubuh untuk memproduksi hormon insulin atau karena penggunaan yang efektif dari produksi insulin.

Diabetes yang dalam jangka panjang  tidak ditanggulangi, memberi akibat dapat menurunkan produktivitas, menyebabkan disabilitas dan kematian dini.

Dan  cukup  mengejutkan,  Indonesia merupakan Negara  di urutan ke-4 dengan prevelansi diabetes tertinggi di dunia.   Dan, diabetes merupakan penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia.

Bahkan, penyandang DM, sudah pada  usia belasan tahun, dan  wanita lebih  ‘lekat’ dengan  DM. Bahkan, wanita hamil bisa dibilang menjadi pintu masuk DM.

Itulah yang mengemuka di acara talkshow bertajuk “Waspada Diabetes” terkait Hari Perempuan Internasional, yang digagas oleh  Dompet Dhuafa dan PTT Exploration and Production Public Company Limited, yang berlangsung di Gelanggang Remaja Koja, Jakarta Utara, pada 15 Maret 2019 lalu.

(Ki-Ka) Ratna Listy, dr. Astrina Yulida, Afiat Djajanegara, Rini Suprihartanti

Karena wanita rentan bersentuhan dengan diabetes, dan dalam suasana Hari Perempuan Internasional, gelar acara dipersembahkan untuk kaum wanita. Demikian di antaranya isi kata sambutan yang disampaikan Rini Suprihartanti, mewakili Dompet Dhuafa.

Di acara yang menghadirkan   General Affairs Manager PTTEP, Afiat Djajanegara, Ratna Listy, aktris dan pembicara ahli, dr. Astrina Yulda, yang juga adalah Penggiat Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Depok, Rini Suprihartanti  menambahkan keterangannya,”Dompet Dhuafa dan PTT Exploration and Production Public Company Limited, bersama berupaya membantu Pemerintah, masyarakat, untuk bagaimana sosialisakan DM. Untuk tujuan, masyarakat memilih  gaya hidup sehat”.

Maka untuk Anda, pria yang mendapati pasangan wanitanya  divonis Diabetes Melitus (DM), apa yang dirasa dan apa yang harus dilakukan ?

Jangan terlampau risau, atau khawatir, terlebih hingga  berkelanjutan.

Mengidap Diabetes Melitus bukan berarti hidup pasangan Anda terhenti. Tapi juga bukan berarti penyakit ini bisa disepelekan. Untuk itu bersegeralah bantu wanita pasangan Anda  untuk ‘bersahabat’ dengan DM dengan memperbaiki gaya hidup sehat. 

Tidak hanya sebatas memperbaiki  gaya hidup sehat, yaitu  dengan mengonsumsi makanan sehat dan tidak berlebihan,  dibarengi rutin melakukan olahraga, tapi lebih dari itu, periksa kadar gula darah secara teratur, itu yang paling utama. Minimal jika menjadi pengidap DM, cek sebulan sekali. Untuk menjaga kesehatan, minimal setahun sekali.

Demikian yang disampaikan oleh Penggiat Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Depok, dr. Astrina Yulda.

dr. Astrina Yulida

Lebih lanjut dr. Astrina Yulda menerangkan, maka ketika hasil  pemeriksaan  diketahui tingkat gula darah,  maka segeralah  menyusun menu sehat, dan mematuhi  menu yang sudah disusun. Diiringi secara teratur  olahraga  yang tidak terlampau menguras energi, yaitu melakukan senam  diabetes, yang gerakannya tidak banyak lompat-lompat tapi bisa  mengeluarkan keringat dan sehat untuk jantung.

Tidak kalah pentingnya lagi, lakukan pemeriksaan  kaki secara  teratur. Perhatikan,  bila mengalami luka pada tubuh,  sekecil apapun, bersegeralah  diobati dan dilakukan pencegahan agar tidak menyebar.

Yang terakhir, untuk minum obat secara teratur.

“Sangat perlu diketahui, tanpa rutin dan teratur menjalani kesemua  itu, Diabetes Melitus dapat menyerang mata, otak, ginjal dan kaki,” kata dr. Astrina Yulda.

Untuk itu, pantau perkembangan kesehatan dan konsultasikan kepada dokter jika memang ada perubahan pada kondisi kesehatan.

Fatova & Andriza Hmz

Foto : Aha

Check Also

Wajah & Kulit Tubuh Terawat Nan Aduhai

Bagi sebagian wanita, memiliki tubuh yang sehat,  wajah  pun cerah, ditunjang kulit bening, tentulah bisa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *