Pameran Keseharian : “Namaku Pram”

17 April 2018 @Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia – Jakarta

Untuk  melihat dan mengenal lebih dekat Pramoedya Ananta Toer,  sesosok Sastrawan besar yang dimiliki Indonesia, dan sampai  ke tengah masyarakat dari berbagai tingkat sosial dan usia, — terutama ditujukan untuk generasi milenial — Titimangsa Foundation, sebuah yayasan nirlaba yang dibentuk aktris Happy Salma, terpanggil untuk menggelar sebuah pameran yang diberi-nama “Namaku Pram : Catatan Dan Arsip

Karya-karya Sastrawan kelahiran Blora,  Jawa Tengah, 6 Februari 1925, mulai hadir pada tahun 1950, lewat cerita pendek dan novel. Dari sana, jemarinya seperti tak henti menggores tulisan, dan  sebanyak lebih dari 50  buku pun bermunculan, dan diterjemahkan ke dalam 42 bahasa dunia. Di antaranya : “Bumi Manusia”, “Anak Semua Bangsa”, “Gadis Pantai”, Nyanyi Sunyi Seorang Bisu”, “Arus Balik”, dan beberapa lainnya.

Menariknya pada pameran  hasil kerjasama Titimangsa Foundation dengan Dia.Lo.Gue —  sarana,  mendesain dan penyelanggara pameran —   dan didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation —  ruang publik yang memadukan konsep edukasi dan multimedia digital untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia –, penikmat seni  dapat menyaksikan mini pamerannya yang diselenggarakan di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia pada tanggal 17 April  hingga 2 Mei 2018 mendatang.

Sedangkan pameran yang menampilkan lebih banyak catatan dan arsip, serta ditampilkannya  barang-barang keseharian Pram,  dapat dilihat di Dia.Lo.Gue, Jalan Kemang Selatan, pada 17 April hingga 20 Mei 2018.

Astuti (Titik) Ananta Toer dan Happy Salma, Titimangsa Foundation
Ratna Riantiarno & Ananda Sukarlan

“Ini tentu penting untuk diketahui oleh masyarakat umum, terutama generasi muda, bahwa Indonesia pernah mempunyai seorang penulis yang tidak hanya unggul dalam karya, tetapi juga merupakan seorang pencatat yang rajin dan konsisten dalam mendokumentasikan berbagai peristiwa dari seluruh pelosok Tanah Air. Semoga pameran ini dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai sastra Indonesia serta menjadikan sastra sebagai bagian gaya hidup sehari-hari,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Bagi Happy Salma sendiri, terselenggaranya pameran yang digagasnya, suatu kebanggaan dan kebahagian tiada tara. Terlebih jauh sebelumnya, tepatnya di tahun 1994, dirinya  berkesempatan bertemu  dengan sang idola, Pramoedya Ananta Toer. “Satu kalimat yang saya ingat dari beliau,”Kamu tidak cantik Happy Salma, tetapi mengesankan”.  Itu kaalimat yang luar biasa buat saya.”

“Dan untuk penyelenggarakan pameran, ini saya menemui putri dari Pram, yaitu mbak Titik, untuk mendapat ijinnya. Bersyukur kesemua lancar dan saya beroleh ijin  keluarga Pram”.

Slamet Rahardjo

Pameran bertajuk ‘Namaku Pram: Catatan dan Arsip’, kian terasa memukau, yang resmi  dibuka dengan pembacaan puisi karya tulisan Pramudya Ananta Toer, yang dibawakan oleh Angga, cucu dari Pramoedya Ananta Toer, dilanjutkan  Slamet Rahardjo, Najwa Shihab, dan  Ratna Riantiarno dengan diringin lantunan musik piano dari  Ananda Sukarlan.

Untuk mengapresiasi pameran “Namaku Pram : Catatan dan Arsip”,  ini para penikmat seni sastra Tanah Air dapat mengunjungi :

Dia.Lo.Gue

Jalan Kemang Selatan No. 99A

mulai 17 April – 20 Mei 2018

Pukul 09.30 – 18.00 WIB (Senin – Kamis)

Pukul 09.00 – 21.00 WIB (Jumat – Minggu)

Galeri Indonesia Kaya (Mini pameran) :

Grand Indonesia West Mall Lantai 8

mulai  17 April – 2 Mei 2018

Pukul 10.00 – 22.00 WIB.

[] Andriza

Check Also

Tabur Bintang Di “Bunga Penutup Abad”

18 April 2018 @Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia – Jakarta Diperuntukkan bagi penikmat seni, pameran …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *