Tulola Jewelry, Pesona Karya 3 Wanita

Mengusung tema ‘Ubud’, Tutola Jewelry,  produk perhiasan untuk wanita  yang mengangkat nilai-nilai budaya Tanah Air, merupakan representasi dari dua wanita :  Dewi Sri Luce Rusna sebagai Desainer dan Founder, bersama dengan Happy Salma sebagai Creative dan Co Founder, Tulola Jewelry mempersembahkan koleksi terbaru.

Dan semenjak  tahun 2018, ini  kehadiran Franka Franklin Makarim sebagai  Head pf Business Growth dalam Tuyola Jewelry, kian memancarkan sinar. Untuk selanjutnya semakin mampu meramaikan indutri perhiasan akarya anak Bansa di Tanah Air.

Lebih dekat, koleksi ‘Ubud’ merupakan wujud apresiasi terhadap loyalitas Sahabat Tulola, sebutan akrab untuk pelanggan setia Tulola Jewelry yang telah membuat cita-cita untuk berkarya ini terus hidup.

Melahirkan 30 desain terbaru yang dikerjakan selama 4 bulan oleh Dewi Sri Luce Rusna,  sang desainer dibantu 8 pengrajin perak dan emas. Karya ini terinspirasi dari eksotisme wilayah Ubud di Bali,  baik dari keindahan hingga kehidupan alam spiritualnya yang menjadi ruh dari koleksi ‘Ubud’ ini.

Dikreasikannya koleksi baru secara berkesinambungan juga menjadi bagian dari komitmen Tulola untuk menghadirkan pilihan perhiasan berkelas yang trendy namun tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya Bangsa. Dipastikan,  wanita yang mengenakan koleksi Tulola Jewelry akan semakin berdaya pikat dan cantik.

Franka Franklin Makarim, Partner dan Head of Business Growth – Happy Salma, Creative & Co Founder – Dewi Sri Luce Rusna, Desainer & Founder Tulola Jewelry

Untuk koleksi ‘Ubud’, Dewi Sri Luce Rusna berujar, “Saya terinspirasi akan literal simbol dari metamorphosis untuk segala hubungan secara pribadi antara saya pribadi dengan keluarga dan orang terkasih, maka kupu-kupu juga sebagai simbol perubahan yang indah dan menjadi bagian dari desain yang ingin saya tampilkan”.

Tulola Jewelry sendiri senantiasa menampilkan motif-motif komunal dengan teknik seni murni. Seratus persen hasil karya tangan (handmade) yang terinspirasi oleh kekayaan Indonesia, baik itu lewat sejarahnya hingga karya sastra dan keberagamannya.

Tak hanya Happy Salma, namun juga Dewi Sri Luce Rusna dan Franka Franklin Makarim,  menempatkan “Ubud” sebagai tema pameran kali, ini tak lepas dari bahwa “Ubud”,”Adalah rumah, yang selalu menjadi tempat kami merasa nyaman. Dan untuk dapat selalu  kembali berkarya. Itupun karena keterikatan kami  bersama orang terkasih. Maka semua desain  dikerjakan dengan penuh dedikasi hingga karya pun  terlahir secara otentik dan indah,” kata Happy Salma di acara pameran perhiasan Tulola Jewelry yang dihadiri Wanda Hamidah.

Kian berdaya tarik Tulola Jewelry, dan kian banyak penggunanya, hal itu disampaikan Franka Franklin Makarim. “Tulola Jewelry sudah kian berkembang, hingga di luar Jawa, bahkan ke beberapa Negara. Harapan ke depan, karya-karya dari Tulola Jewelry  bisa menginspirasi.”

Franka menambahkan,”Desain dan konsep adalah hal yang amat penting, namun bagi saya akan menjadi kesatuan yang sempurna apabila pelayanan dan juga sistem dapat memudahkan pembeli untuk berhubungan dengan kami. Maka kami pun sedang mempersiapkan loyalty program yang secepatnya akan di nikmati manfaatnya oleh Sahabat Tulola. Semua ini dilakukan semata-mata sebagai bukti terimakasih kami kepada Sahabat Tulola”.

[]Andriza Hamzah

Foto : ePR

Check Also

Pameran Keseharian : “Namaku Pram”

17 April 2018 @Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia – Jakarta Untuk  melihat dan mengenal lebih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *